Mahasiswa Samarinda Diajak Sambut Ramadan dengan Dakwah Intelektual
- 16 Feb 2026 19:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan yang diperkirakan dimulai pada 18 februari 2026, kalangan mahasiswa di Samarinda diajak untuk menyiapkan diri tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan intelektual. Ramadan dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat integritas akademik sekaligus menumbuhkan kesadaran sosial.
Ketua Umum PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Samarinda, Muhammad Alif Baiquni, mengatakan Ramadan harus dimaknai sebagai ruang pembentukan karakter mahasiswa. Ia menilai, bulan suci menjadi kesempatan strategis untuk menyelaraskan capaian akademik dengan kedalaman spiritual.
“Ramadan ini bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyiapkan ruh Ramadan itu sendiri. IMM hadir membawa gagasan dakwah intelektual, dan itu harus tersampaikan secara menyeluruh,” ujar Alif kepada rri.co.id, Senin 16 Februari 2026 di Samarinda.
Menurutnya, dakwah intelektual merupakan ikhtiar menghadirkan nilai-nilai keislaman melalui jalur pemikiran, diskusi, dan gerakan nyata. Mahasiswa sebagai kaum terpelajar dituntut tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi turut aktif menyumbangkan ide serta solusi atas persoalan sosial di sekitarnya.
Alif menegaskan, semangat perjuangan atau giroh harus terus dirawat, terlebih menjelang Ramadan. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan bulan suci sebagai titik awal memperbaiki manajemen waktu, meningkatkan kualitas belajar, serta memperbanyak aktivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ini kaum intelektual. Maka dakwah kita adalah dakwah gagasan. Dari serambi pergerakan, kita menyampaikan kebaikan, menyemai empati, dan membangun kesadaran kolektif, apalagi memasuki bulan penuh berkah,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai kesiapan menyambut Ramadan juga dapat dilihat dari kepedulian sosial mahasiswa. Mulai dari berbagi dengan sesama, terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, hingga membangun ruang-ruang dialog yang sehat di lingkungan kampus, menjadi bentuk konkret kontribusi generasi muda.
Sebagai pimpinan terpilih, Alif menyatakan IMM Samarinda siap berjalan bersama mahasiswa lintas kampus untuk menghidupkan semangat Ramadan melalui dakwah intelektual yang membumi. Ia berharap Ramadan tahun ini mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.
“Hari ini kita siapkan diri bersama-sama. Ramadan harus menjadi momentum lahirnya generasi intelektual yang berakhlak, produktif, dan memberi manfaat seluas-luasnya,” katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....