Membayar Utang: Tanda Kejujuran dan Amanah Seorang Muslim

  • 16 Feb 2026 05:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Utang bukan sekadar transaksi finansial, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan diselesaikan dengan penuh tanggung jawab. Salah satu prinsip utama yang diajarkan dalam Islam adalah kewajiban untuk membayar utang tepat waktu jika mampu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Alfiannor dari Kementerian Agama Kota Samarinda dalam siaran Mutiara Pagi, pada Sabtu 14 Februari 2026. Menurutnya, menunda membayar utang bisa memberikan dampak negatif bagi spiritual seorang hamba.

"Utang yang belum diselesaikan dapat mempengaruhi kekhusyuan dalam ibadah. Karena utang bisa dibawa mati," kata Ustaz Alfiannor.

Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan, orang yang paling baik adalah orang yang bisa membayar hutang. Hal ini menunjukkan bahwa membayar utang adalah salah satu bentuk pengakuan terhadap kewajiban dalam hidup bermasyarakat.

"Membayar utang tepat waktu menunjukkan sifat jujur dan amanah seseorang," ujarnya.

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya membayar utang tepat waktu. Beliau bahkan memberikan peringatan keras terhadap mereka yang menunda pembayaran utang, meskipun mereka mampu.

Menunda pembayaran utang tidak hanya merugikan pihak yang memberi pinjaman, tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan spiritual seseorang. Para ulama dalam sejarah Islam, Imam Malik, menyebutkan bahwa menunda-nunda pembayaran utang adalah perbuatan fasik, yaitu perbuatan yang tidak sesuai dengan prinsip moral dan agama.

Sementara itu, Imam Syafi’i menegaskan bahwa menunda pembayaran utang, terlebih jika dilakukan berulang kali, bisa menjadi perbuatan haram. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dosa yang timbul akibat pengabaian terhadap kewajiban untuk membayar utang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....