Komunikasi Keluarga Kunci Raih Kesucian Ramadan
- 13 Feb 2026 21:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, persiapan yang dilakukan umat Muslim biasanya identik dengan kesiapan fisik dan mental untuk beribadah. Namun, ada satu aspek yang sering terlupakan yaitu kualitas komunikasi di dalam rumah tangga.
Ustazah Abnan Pancasilawati dalam program Hikmah Pagi, menekankan komunikasi yang sehat adalah bagian dari upaya mensucikan diri. Jika seseorang memasuki bulan Ramadan dalam keadaan masih menyimpan dendam atau pertengkaran dengan orang terdekat, hal tersebut dikhawatirkan dapat menjadi penghalang bagi keberkahan ibadah puasanya.
Salah satu fenomena yang disoroti adalah distraksi orang tua akibat ponsel dan kesibukan kerja. Banyak anak yang merasa tidak didengarkan, ketika ingin berbagi cerita tentang pengalaman mereka di kehidupan sehari-hari.
''Anak itu tidak butuh orang tua yang sempurna. Yang mereka butuh adalah orang tua yang hadir sepenuhnya, yang menemani, memahami, dan tulus mendengarkan,'' ujar Ustazah Abnan dalam tausiyahnya, dikutip Jumat, 13 Februari 2026.
| Baca juga: Bubur Peca, Jejak Rasa dan Ibadah Ramadan |
Ustazah Abnan mengajak para orang tua untuk meneladani Rasulullah Saw, yang tidak pernah memotong pembicaraan lawan bicaranya. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk bercerita tanpa interupsi, orang tua sebenarnya sedang membangun rasa percaya diri dan kejujuran pada anak.
''Inilah yang disebut sebagai komunikasi as-sidiq, yaitu menyampaikan pendapat dengan jujur namun tetap menghargai,'' kata Ustazah Abnan.
Selain itu, empati menjadi pilar penting dalam interaksi antara suami, istri, dan anak. Membangun komunikasi dengan mendengarkan secara tulus, orang tua dapat memahami karakter anak.
Sebagai penutup, Ustazah Abnan mengutip dari Surah Ali Imran ayat 159 tentang pentingnya bersikap lemah lembut. Saling memaafkan dan bermusyawarah, menjadi kunci utama untuk menghadirkan keharmonisan keluarga di bulan Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....