Bukan Kane, Bellingham Jadi Denyut Baru Mimpi Inggris Juara Dunia
- 12 Jul 2026 09:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Dunia – Inggris memastikan tempat di semifinal Piala Dunia FIFA 2026 setelah menaklukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final, Minggu, 12 Juli 2026. Jude Bellingham kembali menjadi pahlawan The Three Lions lewat dua gol yang membalikkan keadaan sekaligus mengantar tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke empat besar.
Laga di Miami berlangsung ketat sejak menit awal. Inggris mendominasi penguasaan bola, namun Norwegia tampil disiplin dan mengandalkan transisi cepat. Peluang pertama baru lahir menjelang setengah jam pertandingan ketika Harry Kane melepaskan tendangan yang masih belum menemui sasaran.
Justru Norwegia yang memecah kebuntuan pada menit ke-36. Andreas Schjelderup menusuk dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung yang membentur tiang jauh dan bersarang ke gawang Jordan Pickford. Gol tersebut menjadi buah keberanian Norwegia menyerang lewat ruang sempit, sekaligus menghidupkan asa mengulang kejutan setelah menyingkirkan Brasil di babak sebelumnya.
Namun seperti berkali-kali terjadi sepanjang turnamen ini, Inggris memiliki sosok yang mampu mengubah arah pertandingan. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Bellingham lolos dari kawalan Torbjorn Heggem sebelum melepaskan penyelesaian akurat ke pojok bawah gawang untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Momentum sempat berpihak kepada Inggris ketika Kane mencetak gol beberapa menit kemudian. Akan tetapi, VAR menganulir gol tersebut karena sang kapten telah berada dalam posisi offside saat menerima umpan Bellingham.
Babak kedua berjalan lebih keras dibandingkan atraktif. Norwegia lebih berbahaya melalui situasi bola mati. Patrick Berg dan Kristoffer Ajer sempat mengancam gawang Inggris, bahkan Heggem sempat mencetak gol yang kemudian dibatalkan VAR setelah Erling Haaland dinilai lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson dalam proses sepak pojok.
Inggris sendiri kesulitan menciptakan peluang terbuka. Kreativitas lini tengah tidak berkembang dan serangan kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan. Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang 1-1 sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan.
Baru tiga menit babak pertama perpanjangan waktu berjalan, kualitas individu kembali menjadi pembeda. Orjan Nyland gagal menangkap sempurna tembakan jarak jauh Morgan Rogers. Bola liar langsung disambar Bellingham menjadi gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Inggris.
Pertandingan ini menunjukkan perubahan karakter Inggris di bawah Thomas Tuchel. Jika sebelumnya tim ini kerap bergantung pada penyelesaian Harry Kane, kini pusat gravitasi permainan bergeser kepada Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid tersebut bukan hanya menjadi pencetak gol, tetapi juga motor progresi serangan, pemecah tekanan lawan, sekaligus pemain yang selalu hadir pada momen-momen krusial.
Secara permainan, Inggris sebenarnya belum tampil meyakinkan. Sepanjang 90 menit, mereka hanya mampu mencatat dua tembakan tepat sasaran dan menghasilkan nilai expected goals (xG) babak kedua hanya 0,09. Angka itu menggambarkan betapa minimnya peluang bersih yang berhasil mereka ciptakan. Namun, tim juara sering kali tidak selalu menang dengan permainan indah, melainkan melalui efektivitas dan kemampuan memanfaatkan satu momen penentu.
Di sisi lain, Norwegia pantas mendapat apresiasi. Tim asuhan Stale Solbakken berhasil meredam Harry Kane, menguasai duel udara, serta beberapa kali mengancam lewat bola mati. Namun keputusan mengejutkan menarik Erling Haaland pada babak tambahan menjadi titik balik yang menghilangkan ancaman terbesar mereka. Inggris pun lebih leluasa menguasai permainan hingga peluit akhir.
Kemenangan ini juga memiliki makna simbolis. Inggris menjadi tim pertama yang berhasil menghentikan laju gol Erling Haaland di laga kompetitif internasional setelah 636 hari. Selain itu, Bellingham mencetak sejarah sebagai pemain termuda sejak Pelé pada 1958 yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam dua pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun.
Kini Inggris tinggal selangkah lagi menuju partai puncak. Namun tantangan berikutnya dipastikan jauh lebih berat, menghadapi pemenang duel Argentina kontra Swiss. Jika Bellingham mampu mempertahankan performa luar biasanya, mimpi Inggris mengakhiri penantian panjang sejak 1966 semakin terasa nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....