Amerika Serikat Atasi 10 Pemain, Singkirkan Bosnia-Herzegovina
- 02 Jul 2026 12:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Amerika Serikat menunjukkan kedewasaan sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026. Bermain hampir setengah jam dengan 10 pemain, skuad asuhan Mauricio Pochettino tetap mampu menundukkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar, Kamis, 2 Juli 2026, untuk memastikan tiket ke babak 16 besar.
Kemenangan tersebut membawa Amerika Serikat mengakhiri penantian panjang. Ini menjadi kemenangan pertama mereka di fase gugur Piala Dunia sejak menyingkirkan Meksiko pada 2002. Selanjutnya, Christian Pulisic dan kolega akan menghadapi Belgia dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di babak 16 besar.
Laga berjalan tidak semudah yang diperkirakan. Bosnia-Herzegovina justru tampil lebih agresif sejak menit awal. Ermedin Demirovic memaksa Matt Freese melakukan penyelamatan penting, sementara tendangan sudut Kerim Alajbegovic hampir menghasilkan gol sebelum berhasil ditepis di garis gawang.
Amerika Serikat sempat mengira telah membuka keunggulan pada menit ke-31 melalui Folarin Balogun. Namun gol tersebut dianulir karena penyerang AS itu lebih dahulu terjebak offside.
Balogun akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor tepat menjelang turun minum. Memanfaatkan bola pantul dari umpan Malik Tillman, striker Arsenal tersebut dengan tenang menaklukkan Nikola Vasilj untuk membawa Amerika Serikat unggul 1-0.
Momentum pertandingan berubah drastis pada babak kedua. Balogun, yang sebelumnya menjadi pahlawan, berubah menjadi pusat kontroversi. Menit ke-64, ia melakukan tekel dari belakang terhadap Tarik Muharemovic. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit mengeluarkan kartu merah langsung karena sepatu Balogun mengenai pergelangan kaki lawannya.
Kehilangan satu pemain membuat Amerika Serikat diperkirakan akan berada di bawah tekanan. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
Mauricio Pochettino memilih tidak menarik garis pertahanan terlalu dalam. Amerika Serikat tetap berani menekan dan berusaha menguasai transisi permainan. Pendekatan itu membuat Bosnia-Herzegovina kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Christian Pulisic sebenarnya sempat mencetak gol melalui sebuah rangkaian serangan cepat yang rapi. Namun gol tersebut kembali dianulir akibat offside.
Gol kedua akhirnya lahir pada menit ke-80. Sergino Dest dijatuhkan Stjepan Radeljic di depan kotak penalti. Malik Tillman kemudian mengambil alih eksekusi tendangan bebas dan melepaskan sepakan melengkung yang melewati pagar hidup sebelum bersarang di sudut gawang, meski sempat disentuh Nikola Vasilj.
Gol itu praktis mematikan harapan Bosnia-Herzegovina. Hingga peluit panjang dibunyikan, mereka gagal menemukan cara membongkar pertahanan Amerika Serikat meski unggul jumlah pemain.
Secara statistik, Bosnia-Herzegovina memang lebih banyak melepaskan tembakan, yakni 10 berbanding delapan milik Amerika Serikat. Namun efektivitas menjadi pembeda. Amerika Serikat mencetak dua gol dari dua tembakan tepat sasaran, sedangkan Bosnia hanya menghasilkan nilai expected goals (xG) sebesar 0,25, menandakan minimnya peluang benar-benar berbahaya yang mereka ciptakan.
| Baca juga: Balogun Main, Amerika Serikat Tersingkir |
Pertandingan ini juga menjadi malam yang penuh kontras bagi Balogun. Ia menjadi pemain pertama sejak Zinedine Zidane pada final Piala Dunia 2006 yang mampu mencetak gol sekaligus menerima kartu merah dalam laga fase gugur Piala Dunia.
Meski demikian, kontribusinya tetap besar. Gol tersebut menjadi gol ketiganya di Piala Dunia 2026, menjadikannya pemain Amerika Serikat ketiga yang mampu mencetak sedikitnya tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia setelah Bert Patenaude pada 1930 dan Landon Donovan pada 2010.
Sementara itu, Malik Tillman tampil sebagai pembeda ketika tim kehilangan satu pemain. Selain mencatatkan assist untuk gol Balogun, gelandang PSV Eindhoven tersebut juga mencetak gol indah melalui tendangan bebas langsung. Ia menjadi pemain Amerika Serikat kedua sejak 1966 yang mampu mencetak gol dari tendangan bebas langsung di Piala Dunia setelah Eric Wynalda pada 1994.
Keberhasilan Amerika Serikat juga memperlihatkan sentuhan Mauricio Pochettino mulai terlihat jelas. Tim tidak lagi hanya mengandalkan semangat sebagai tuan rumah, tetapi menunjukkan organisasi permainan yang matang, disiplin bertahan, dan mampu tetap tenang di bawah tekanan.
Di babak 16 besar, ujian sesungguhnya telah menanti. Belgia yang baru saja melakukan comeback dramatis atas Senegal akan menjadi lawan berikutnya. Pertemuan dua tim yang sama-sama lolos melalui pertandingan penuh drama ini diprediksi menghadirkan duel dengan intensitas tinggi, sekaligus menjadi ukuran sejauh mana mimpi Amerika Serikat melangkah jauh di rumah sendiri dapat terus berlanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....