Hydration Break Piala Dunia 2026 Tuai Pro dan Kontra Penggemar Sepak Bola
- 18 Jun 2026 05:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah perubahan penting, salah satunya penerapan aturan hydration break atau jeda minum bagi para pemain. Kebijakan ini diterapkan FIFA sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran pemain yang bertanding di tengah cuaca panas selama turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
FIFA menjelaskan, hydration break merupakan waktu jeda selama tiga menit yang diberikan pada setiap babak pertandingan. Selama jeda tersebut, para pemain dapat memulihkan kondisi tubuh dengan minum dan menerima arahan singkat dari tim pelatih.
"Para pemain Piala Dunia 2026 mendapatkan manfaat dari istirahat minum selama tiga menit di setiap babak karena FIFA memprioritaskan kesejahteraan dan keselamatan pemain," ujar pernyataan FIFA terkait penerapan aturan tersebut.
Dalam praktiknya, wasit akan menghentikan pertandingan sekitar menit ke-22 pada masing-masing babak. Namun, waktu pelaksanaan jeda dapat disesuaikan dengan kondisi pertandingan dan situasi di lapangan. Jeda berlangsung selama tiga menit, yang dihitung sejak permainan dihentikan hingga pertandingan kembali dilanjutkan.
Kepala Petugas Keamanan Turnamen FIFA, Manolo Zubiria, menjelaskan bahwa aturan ini dirancang untuk mengantisipasi dampak suhu tinggi yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain. "Setiap jeda berlangsung tiga menit dari awal hingga akhir penghentian permainan pada masing-masing babak," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Meski bertujuan melindungi kesehatan pemain, penerapan hydration break memunculkan pro dan kontra di kalangan pecinta sepak bola. Sebagian pihak menyambut baik kebijakan tersebut karena dinilai mampu menjaga performa dan mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca ekstrem. Namun, tidak sedikit yang menilai jeda ini dapat memengaruhi ritme permainan.
Bagi sebagian pengamat, jeda yang terjadi saat pertandingan memasuki fase panas, terutama pada menit-menit awal hingga pertengahan babak, berpotensi mengubah momentum sebuah tim. Kondisi tersebut dapat menguntungkan salah satu tim sekaligus merugikan tim lainnya yang sedang menguasai jalannya pertandingan.
Selain itu, sejumlah penonton juga mengkritik penerapan hydration break karena sering dimanfaatkan sebagai jeda komersial dalam siaran televisi. Akibatnya, sebagian penonton merasa fokus dan ketegangan pertandingan menjadi sedikit terganggu. Kendati demikian, FIFA menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan pemain tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....