Jerman Incar Awal Sempurna, Curaçao Siap Ukir Sejarah

  • 14 Jun 2026 20:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Jerman akan memulai perburuan gelar juara dunia kelima saat menghadapi Curaçao pada laga perdana Grup E Piala Dunia 2026, Senin 15 Juni 2026 pukul 01.00 dinihari WITA. Di atas kertas, Die Mannschaft jauh lebih diunggulkan. Namun pertandingan ini menyimpan cerita yang lebih besar dari sekadar pertemuan dua tim dengan perbedaan kualitas yang mencolok.

Bagi Jerman, turnamen kali ini menjadi momentum untuk mengembalikan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Setelah menjuarai Piala Dunia 2014, performa mereka justru menurun dalam dua edisi berikutnya dengan gagal lolos dari fase grup pada 2018 dan 2022.

Tekanan besar kini berada di pundak pelatih Julian Nagelsmann. Meski datang dengan skuad bertabur bintang dan catatan tidak terkalahkan dalam beberapa bulan terakhir, publik Jerman belum sepenuhnya melupakan kegagalan pada dua turnamen sebelumnya.

Karena itu, target pertama Die Mannschaft bukanlah langsung berbicara soal trofi. Mereka harus memastikan langkah ke fase gugur terlebih dahulu sebelum membangun mimpi menuju gelar kelima yang akan menyamai rekor Brasil.

Salah satu sorotan menjelang pertandingan tertuju kepada Manuel Neuer. Kiper veteran yang kembali dipercaya mengawal gawang Jerman masih menjadi perdebatan di kalangan penggemar sepak bola negara tersebut.

Di usia 40 tahun, Neuer tetap dianggap sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Namun kondisi fisiknya yang sempat terganggu cedera membuat sebagian pihak mempertanyakan keputusan Nagelsmann untuk kembali mengandalkannya.

Jika Jerman datang membawa beban sejarah, Curaçao justru hadir dengan semangat tanpa tekanan. Negara kepulauan di Karibia itu untuk pertama kalinya tampil di putaran final Piala Dunia, menjadikannya salah satu kisah paling menarik dalam turnamen tahun ini.

Dengan populasi yang jauh lebih kecil dibanding negara-negara peserta lainnya, Curaçao berhasil menembus panggung sepak bola terbesar dunia melalui perjuangan panjang di babak kualifikasi. Keberhasilan tersebut telah menempatkan mereka dalam catatan sejarah, terlepas dari hasil yang akan diraih di Amerika Utara.

Menariknya, Curaçao dipimpin pelatih senior Dick Advocaat yang berusia 78 tahun. Kehadirannya membuat pelatih asal Belanda itu berpeluang menjadi pelatih tertua yang pernah memimpin tim pada pertandingan Piala Dunia.

Meski berstatus debutan dan tidak diunggulkan, Curaçao memiliki sejumlah pemain yang mampu memberi kejutan. Salah satunya Tahith Chong, mantan pemain akademi Manchester United yang kini menjadi andalan lini serang tim berjuluk Blue Wave tersebut.

Bagi Curaçao, laga melawan Jerman bukan hanya soal mencari poin. Pertandingan ini menjadi kesempatan memperkenalkan diri kepada dunia sekaligus membuktikan bahwa mereka layak berada di antara negara-negara terbaik.

Sementara bagi Jerman, kemenangan menjadi harga mati. Apa pun hasil selain tiga poin berpotensi memunculkan kembali keraguan yang selama beberapa tahun terakhir terus membayangi salah satu tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....