Budidaya Lobak di Polybag: Praktis, Sehat, Bernilai Ekonomi

  • 24 Mei 2025 14:06 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Budidaya tanaman lobak kini semakin mudah dilakukan, bahkan di lahan sempit sekalipun. Dalam dialog spesial Mozaik Indonesia Pro 1 RRI Samarinda, Jumat (23/5/2025) bersama Muryani Purnamasari, SP, Pengawas Benih Tanaman dari BRMP Kaltim, memaparkan secara lengkap tentang teknik budidaya lobak menggunakan media polybag.

Muryani menjelaskan, tanaman lobak dikenal sebagai sayuran akar yang berasal dari Tiongkok dan telah lama dibudidayakan di Indonesia. Bentuknya mirip wortel, namun berwarna putih dengan beragam varietas seperti lobak merah, putih, hitam, ungu, hijau hingga varietas populer seperti Daikon dan Cherry Belle.

Budidaya lobak dengan polybag menurutnya, menjadi solusi bagi masyarakat urban yang memiliki keterbatasan lahan. Polybag ukuran 40, dengan lubang drainase di bagian bawah, menjadi media tanam ideal karena menghindarkan akar dari genangan air.

Adapun langkah-langkah Budidaya Lobak di Polybag menurut Muryani adalah:

· Pemilihan Benih: Gunakan benih dengan daya kecambah minimal 75%.

· Penanaman: Buat lubang sedalam 1–2 cm, tanam benih, lalu tutup kembali.

· Persemaian: Lakukan penyemaian di tempat teduh, lalu pindahkan setelah 3–5 hari ketika tumbuh 3–4 helai daun.

· Pemeliharaan: Letakkan polybag di area terbuka dengan sinar matahari cukup.

· Suhu Ideal: 12,7°C–32°C, dengan kelembaban 91% dan curah hujan ideal 3.500 mm/tahun.

Sementara itu, untuk perawatan tanaman lobak menjadi Kunci panen optimal dengan langkah-langkah:

· Penyiraman dilakukan rutin pagi dan sore.

· Pendangiran membantu memperbaiki aerasi tanah.

· Pemupukan menggunakan NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) secara berkala, serta pupuk organik seperti kompos.

· Pengendalian hama dan penyakit dilakukan setiap minggu, dengan pestisida alami maupun kimia yang sesuai dosis.

Lebih lanjut Muryani menjelaskan, hama yang umum menyerang tanaman ini adalah trips, kutu daun, tungau, ulat grayak. Sedangkan penyakit yang sering muncul berupa busuk daun, antraknosa, hawar phytophthora, dan layu fusarium.

Untuk masa panen lobak, menurutnya lobak siap dipanen setelah 20–60 hari, tergantung varietas. Sementara itu untuk sisi manfaatnya, Muryani menyebutkan lobak diyakini mampu membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan seperti radang tenggorokan, demam, gangguan hati, hipertensi, hingga pencegahan kanker dan diabetes. Kandungan antioksidan dan seratnya juga baik untuk pencernaan dan menjaga kesehatan jantung.

Di segmen akhir Muryani juga menyampaikan tips menanam lobak di pekarangan rumah dengan cara:

· Pilih varietas sesuai iklim dan kebutuhan.

· Gunakan tanah lempung ringan yang mudah diolah.

· Tempatkan polybag di lokasi yang terkena sinar matahari langsung.

· Lakukan pemupukan dan pengendalian hama secara rutin.

· Jangan panen terlalu dini atau terlalu tua agar rasa tidak pahit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....