BPS Catat Daging Ayam Ras Sumbang Andil Terbesar Inflasi Agustus

  • 21 Sep 2026 13:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta - Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi nasional pada Agustus 2026. Dari inflasi sebesar 0,21 persen, kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,17 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengatakan inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Agustus mencapai 0,57 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga pangan masih menjadi faktor dominan terhadap inflasi.

“Yang menariknya dari inflasi 0,21 persen andil, inflasi dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau itu 0,17 persen. Jadi hampir total andilnya itu dari kelompok makanan, minuman,” ujar Ateng dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, pada Senin 21 September 2026.

Ateng menjelaskan, salah satu komoditas yang memberikan tekanan terbesar adalah daging ayam ras. Komoditas tersebut mengalami inflasi sebesar 11,37 persen dengan andil mencapai 0,17 persen.

Data inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau Agustus 2026. (foto: BPS)

Selain daging ayam ras, sejumlah komoditas pangan lain juga mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai rawit, ikan segar, dan beras. Cabai rawit mengalami inflasi sebesar 6,47 persen dengan andil 0,02 persen, sedangkan beras mengalami inflasi 0,42 persen dengan andil 0,02 persen.

"Besarnya andil beras tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat inflasinya, tetapi juga dipengaruhi bobot atau penimbang komoditas tersebut dalam penghitungan inflasi. Karena itu, kenaikan harga beras tetap perlu mendapat perhatian meskipun persentase inflasinya relatif lebih rendah dibandingkan cabai rawit," ucap Ateng.

Ateng juga meminta pemerintah daerah mencermati perkembangan harga daging sapi dan minyak goreng. Daging sapi mengalami inflasi 0,77 persen pada Agustus, sementara minyak goreng tercatat mengalami deflasi, tetapi perkembangan harga pada September tetap perlu dipantau dari sisi pasokan dan permintaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....