Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Kesehatan Peserta Didik

  • 16 Sep 2026 11:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong penguatan kesehatan fisik dan mental peserta didik sebagai bagian penting dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri peluncuran Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP) di Tangerang Selatan, Selasa 15 September 2026. Informasi tersebut dikutip dari laman kanal.kemendikdasmen.go.id, Rabu 16 September 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan kesehatan anak tidak dapat hanya berfokus pada aspek fisik. Kesehatan mental dan spiritual juga perlu mendapat perhatian secara seimbang, mengingat tantangan yang dihadapi generasi muda semakin beragam.

“Ada dua hal yang utama dan sangat terkait dengan pendidikan. Pertama, yaitu kesehatan secara fisik dan kedua adalah kesehatan mental atau kesehatan rohani. Dua hal ini sangat kita perlukan, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menegaskan, upaya membangun generasi yang sehat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam ekosistem pendidikan. Orang tua, satuan pendidikan, masyarakat, perguruan tinggi, media, serta kementerian dan lembaga terkait perlu berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kemendikdasmen, lanjut Abdul Mu’ti, turut mendorong penguatan kebiasaan positif melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Melalui program tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat, karakter, kemampuan sosial, serta keseimbangan mental dan spiritual peserta didik.

“Generasi Indonesia 2045 adalah generasi yang secara fisik sehat dan secara mental juga sehat. Karena itu, kita perlu membangun budaya yang kuat secara fisik, kuat secara spiritual, dan kuat secara intelektual, yang salah satu upayanya kami wujudkan melalui 7 KAIH,” katanya.

Abdul Mu’ti menilai sektor pendidikan memiliki posisi strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Kebiasaan sederhana, seperti bangun pagi, berolahraga, menjaga pola hidup sehat, membangun interaksi sosial yang baik, serta memperkuat kehidupan spiritual, dapat menjadi fondasi bagi kesehatan sekaligus pembentukan karakter anak.

“Lewat 7 KAIH kita mengajak para murid membangun kebiasaan-kebiasaan baik melalui hal-hal yang sederhana. Berbagai penelitian juga telah menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan hidup yang sehat dengan kesehatan jasmani, kesehatan mental, serta kesiapan murid dalam menjalani proses pembelajaran,” ucapnya.

Penguatan ekosistem pendidikan yang memperhatikan kesehatan fisik, mental, dan spiritual diharapkan dapat mendukung terciptanya peserta didik yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Upaya tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....