Pencak Silat Kera Sakti Didorong Jadi Bagian dari Ekosistem Budaya IKN

  • 12 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Perguruan IKS PI Kera Sakti Cabang Penajam Paser Utara menggelar latihan bersama dan silaturahmi di Taman Kusuma Bangsa IKN, Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan ini menjadi ruang memperkuat persaudaraan sekaligus mendukung perkembangan IKN melalui pelestarian budaya dan pembinaan generasi muda.

Kegiatan bertajuk “Melaju untuk Sukses” tersebut diikuti sekitar 200 hingga 250 anggota dan perwakilan keluarga besar IKS PI Kera Sakti. Peserta berasal dari wilayah Penajam Paser Utara dan sejumlah cabang lainnya, termasuk perwakilan Pengurus Pusat Madiun dan Pengda Kalimantan Timur.

Ketua Cabang IKS PI Kera Sakti PPU sekaligus wilayah seputaran IKN, Koko Trijatmoko, mengatakan kegiatan tidak hanya berisi latihan bersama. Silaturahmi menjadi bagian penting untuk memperkuat hubungan antaranggota sekaligus membangun kontribusi komunitas di tengah perkembangan IKN.

Menurut Koko, pemilihan Taman Kusuma Bangsa sebagai lokasi kegiatan dilakukan setelah berkoordinasi dengan Otorita IKN. Lokasi tersebut dinilai strategis karena berada di kawasan penting Nusantara dan dapat menjadi ruang pertemuan komunitas dengan lingkungan IKN.

“Kita sebagai pintu gerbang di IKN ini, IKS Cabang PPU sesuai tema, menuju sukses. Itu supaya ke depannya IKS PI Kera Sakti di PPU dan wilayah IKN ini bisa men-support dengan berkembangnya IKN yang ada di sini,” kata Koko.

Koko mengatakan dukungan tersebut tidak hanya diarahkan pada kegiatan olahraga dan bela diri. Perguruan juga ingin ikut menjaga keamanan, ketertiban, serta stabilitas lingkungan melalui pembinaan anggota dan kegiatan positif.

“Kita menjaga keamanan dan stabilitasnya,” ujarnya.

Taman Kusuma Bangsa sendiri merupakan ruang publik di kawasan IKN yang memiliki fungsi simbolik dan kebangsaan. OIKN menyebut taman seluas sekitar 1.915 meter persegi itu memiliki plaza, Sayap Pelindung Nusantara, patung Soekarno-Hatta, Api Abadi, serta lanskap sebagai bagian dari ruang penghormatan kepada para pejuang bangsa.

Karena itu, penggunaan ruang publik tersebut untuk kegiatan komunitas menjadi bagian dari dinamika kehidupan sosial di Nusantara. OIKN sebelumnya juga menggunakan Taman Kusuma Bangsa untuk berbagai kegiatan kebangsaan dan kemasyarakatan, termasuk Malam Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Agustus 2026.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengapresiasi kegiatan keluarga besar IKS PI Kera Sakti di Nusantara. Ia menilai kehadiran komunitas bela diri dapat memperkaya aktivitas sosial sekaligus mendukung pelestarian budaya nasional.

“Yang pertama tentu kita ucapkan terima kasih kepada IKS yang sudah melakukan kegiatan di Nusantara. Yang pertama tentu untuk anak-anak kita ini agar lebih mengenal lebih jauh lagi IKN hari ini, besok, dan yang akan datang,” ujar Alimuddin kepada rri.co.id

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin. (Foto: Niswar)

Menurut Alimuddin, pencak silat memiliki posisi penting karena merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia. Kehadiran perguruan pencak silat di Nusantara dinilai sejalan dengan upaya membangun ibu kota baru yang tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik.

“IKS ini kan pencak silat, salah satu warisan budaya yang memang harus dilestarikan. Di Ibu Kota Nusantara termasuk salah satunya wadah yang menurut saya sangat tepat untuk pelestarian budaya-budaya nasional,” katanya.

Alimuddin berharap IKS PI Kera Sakti dapat terus berkembang di kawasan Nusantara dan sekitarnya. Menurutnya, aktivitas komunitas dapat menjadi salah satu cara menghidupkan interaksi sosial sekaligus memperkenalkan nilai budaya kepada generasi muda.

Pandangan tersebut sejalan dengan arah pengembangan IKN yang menempatkan kebudayaan sebagai bagian dari identitas kota. OIKN pada awal 2026 mengumumkan rancangan Pusat Kebudayaan IKN sebagai ruang untuk menampung, merayakan, dan mengembangkan identitas bangsa melalui budaya. Kawasan itu dirancang memiliki museum, perpustakaan, galeri seni, dan gelanggang olahraga.

Bagi IKN, keberadaan komunitas seperti perguruan pencak silat dapat menjadi bagian dari ekosistem budaya yang tumbuh bersama masyarakat. Apalagi pembangunan Nusantara tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga kehidupan sosial yang aktif dan masyarakat yang memiliki ruang untuk berinteraksi.

Koko juga mengajak komunitas dan masyarakat di sekitar IKN menjaga suasana tetap aman dan tertib. Ia meminta anggota perguruan menghindari provokasi yang dapat memicu kericuhan serta menjauhi narkoba.

“Mari bersama-sama kita membangun daerah kita dalam keadaan tertib, aman. Yang paling penting menjaga masa depan anak-anak kita, cucu kita, jauhkan dari provokasi yang memancing kericuhan dan jauhi narkoba,” ucapnya

Menurut Koko, perkembangan IKN harus diikuti dengan penguatan kualitas masyarakat. Komunitas memiliki ruang untuk ikut mengambil bagian melalui kegiatan yang membangun kedisiplinan, persaudaraan, olahraga, dan karakter generasi muda.

Upaya melibatkan masyarakat lokal juga menjadi salah satu perhatian OIKN. Dalam sejumlah program, OIKN menekankan peningkatan kapasitas masyarakat di wilayah delineasi agar dapat mengambil peran dalam pembangunan IKN. Program pelatihan yang dilakukan OIKN, misalnya, diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan daya tawar masyarakat lokal, khususnya generasi muda.

Pendekatan serupa juga terlihat dalam pengembangan UMKM. OIKN menyebut pelaku usaha lokal perlu diperkuat agar mampu menangkap peluang ekonomi yang tumbuh seiring perkembangan Nusantara.

Dalam konteks itu, kegiatan komunitas bukan sekadar aktivitas internal perguruan. Jika diarahkan secara positif, kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan masyarakat yang aktif, tertib, sehat, sekaligus menjaga identitas budaya di tengah tumbuhnya kota baru.

Koko mengatakan kegiatan silaturahmi juga direncanakan dilanjutkan dengan doa bersama dan salat istisqa untuk memohon turunnya hujan. Agenda tersebut menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat di tengah kondisi cuaca dan kekeringan yang turut menjadi perhatian di kawasan IKN.

Bagi Nusantara, keberadaan komunitas lokal dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian dari proses membangun kehidupan kota. Pembangunan fisik perlu berjalan bersama penguatan budaya, karakter, solidaritas, dan keterlibatan masyarakat.

Dengan semangat “Melaju untuk Sukses”, keluarga besar IKS PI Kera Sakti PPU berharap keberadaan mereka dapat terus berkembang sekaligus mengambil bagian dalam perjalanan IKN. Bukan hanya melalui olahraga bela diri, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pembinaan generasi muda yang mendukung terciptanya Nusantara yang aman, tertib, dan berbudaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....