Menkes Imbau Warga Waspadai Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
- 10 Sep 2026 08:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat upaya mitigasi kesehatan untuk melindungi masyarakat dari dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Berbagai langkah pencegahan disiapkan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, terutama bagi warga yang berada di wilayah terdampak.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin 7 September 2026.
Dikutip dari laman Sekretariat Negara, Selasa 8 September 2026, Menkes menjelaskan dampak kesehatan utama yang perlu diwaspadai masyarakat adalah gangguan pada sistem pernapasan.
Abu vulkanik yang mengandung silika berpotensi masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan gangguan pada paru-paru apabila terhirup dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama.
“Masalah kesehatan yang paling utama adalah pernapasan karena abu vulkanik mengandung silika yang dapat merusak paru-paru. Karena itu, selama sepekan ke depan masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar, wajib menggunakan masker,” ujar Menkes.
Selain gangguan pernapasan, kesehatan mata juga menjadi perhatian pemerintah. Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi hingga gangguan pada mata apabila tidak terlindungi dengan baik.
Untuk itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan kacamata atau pelindung mata.
“Masalah kesehatan kedua adalah mata karena abu dapat masuk dan mengiritasi mata. Sebaiknya masyarakat tetap berada di dalam rumah, dan jika harus keluar, gunakan kacamata pelindung,” katanya.
Menkes juga mengingatkan potensi gangguan pada kulit akibat partikel abu vulkanik yang bersifat tajam dan dapat menempel pada permukaan tubuh.
Paparan langsung dalam waktu lama berisiko menimbulkan iritasi kulit. Masyarakat pun dianjurkan mengenakan pakaian yang menutupi tubuh secara maksimal ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Masalah ketiga adalah kulit. Debu vulkanik yang menempel dapat menyebabkan iritasi karena partikelnya tajam. Oleh sebab itu, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah sebaiknya mengenakan baju lengan panjang dan celana panjang,” katanya.
Berbagai imbauan tersebut merupakan bagian dari intervensi sektor kesehatan yang dilakukan pemerintah untuk meminimalkan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.
Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, warga diminta disiplin menggunakan alat pelindung diri sesuai kebutuhan.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan otoritas terkait serta meningkatkan kewaspadaan selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Penggunaan masker, kacamata pelindung, serta pakaian tertutup dinilai penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Dengan langkah mitigasi yang terkoordinasi, pemerintah berharap dampak kesehatan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dapat ditekan sehingga keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....