PLTS 100 GWp Perkuat Kemandirian Energi Nasional

  • 27 Agt 2026 14:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bali – Presiden Prabowo Subianto optimistis pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dapat memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Program tersebut diluncurkan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.

Dikutip dari laman resmi Presidenri.go.id, Rabu, 26 Agustus 2026, Presiden Prabowo mengatakan pembangunan PLTS 100 GWp merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi. Pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap perkembangan dan pasokan energi dari negara lain.

“Saya tidak mau banyak bicara, tapi intinya 100 GW kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan takut perkembangan apa pun di bagian mana pun dunia,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat direalisasikan dalam waktu tiga tahun. Presiden menegaskan, target tersebut tidak boleh berhenti sebagai rencana, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan hasil yang dapat dibuktikan.

“Kita buktikan lagi, nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi. Kita sekarang selalu bicara dengan bukti,” katanya.

Menurut Presiden, upaya mencapai swasembada energi tidak hanya mengandalkan energi surya. Indonesia juga memiliki potensi besar dari energi panas bumi atau geotermal, cadangan gas, serta peningkatan produksi minyak nasional. Pemerintah, kata dia, harus mengoptimalkan seluruh sumber energi tersebut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak dan LPG. Ia berharap peningkatan produksi energi nasional dapat mempercepat terwujudnya swasembada energi, bahkan sebelum target tiga tahun tercapai. “Saya percaya mungkin kurang dari tiga tahun kita akan sampai swasembada energi,” ujarnya.

Peluncuran PLTS 100 GWp menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat pengembangan energi terbarukan, mengurangi ketergantungan terhadap energi impor, dan memperkuat ketahanan energi nasional. Program ini sekaligus diarahkan untuk mendorong pemanfaatan potensi energi domestik secara lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....