Dulu Hanya dari Kayu dan Bikin Ban Bocor, Kini Jembatan Garuda Berdiri Kokoh

  • 14 Agt 2026 06:33 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan secara virtual serangkaian infrastruktur penunjang konektivitas warga di seluruh Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Salah satu infrastruktur yang diresmikan adalah Jembatan Garuda yang terletak di kawasan Somber, Balikpapan. Secara nasional, terdapat 3.395 jembatan dalam program Jembatan Merah Putih Presisi serta 3.000 titik sumber air bersih yang diresmikan secara serentak pada hari tersebut.

Peresmian Jembatan Garuda di Somber turut dipantau langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan Kodim 0905/Balikpapan. Kehadiran jembatan alternatif ini dinilai memiliki nilai strategis yang tinggi bagi mobilitas warga Kota Balikpapan, khususnya dalam memangkas waktu perjalanan harian dan memperlancar arus distribusi ekonomi lokal.

Dalam sambutannya secara virtual, Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa bangga dan haru atas rampungnya pembangunan jembatan serta sumber air bersih yang diinisiasi oleh TNI Angkatan Darat (TNI-AD) tersebut.

"Saya terharu hari ini. Kita membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu sungguh-sungguh, bangsa yang bergotong-royong, dan bangsa yang mampu menggali kekuatan untuk bekerja sebesar-besarnya demi kemakmuran serta kebaikan rakyat," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Khusus di Kota Balikpapan, terdapat dua Jembatan Garuda yang dibangun oleh Kodim 0905/Balikpapan di Kelurahan Muara Rapak, serta satu Jembatan Garuda di kawasan Kampung Baru yang dibangun oleh kepolisian setempat. Salah satu titik jembatan di Muara Rapak berlokasi di RT 05 dan menjadi penghubung langsung dengan RT 17 Batu Ampar.

Dandim 0905/Balikpapan, Kolonel Inf. Denny Salurerung, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan program unggulan TNI-AD untuk membantu masyarakat yang berada di wilayah terisolasi atau memiliki akses jalan yang sulit.

"Untuk wilayah Balikpapan yang sudah masuk area perkotaan, kami memprioritaskan akses bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua," kata Denny kepada RRI.

TNI-AD melakukan pemilihan lokasi secara cermat. Kawasan Somber dipilih sebagai lokasi pembangunan karena menjadi jalur alternatif penting yang menghubungkan dua kelurahan dan dilewati warga setiap hari.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi, memberikan apresiasi tinggi atas pembangunan Jembatan Garuda di wilayahnya. Menurutnya, jembatan ini menjadi roda penggerak transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat di dua kelurahan tersebut.

"Warga menyambutnya dengan antusiasme tinggi, bahkan sudah menggelar acara syukuran. Fasilitas ini dianggap sangat penting karena merupakan akses utama yang dilintasi warga setiap hari," kata Umar.

Umar menambahkan, jembatan tersebut sebelumnya terbuat dari kayu dan sudah berdiri selama 30 tahun sehingga kondisinya sangat rentan roboh dan tidak nyaman. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, pembangunan jembatan beton yang kokoh dinilai sulit terealisasi tanpa bantuan program ini. Meskipun ada jalur alternatif lain, jarak tempuhnya sangat jauh. Kehadiran jembatan baru ini terbukti menghemat waktu perjalanan warga secara signifikan.

"Harapan kami mewakili warga, semoga program ini terus berjalan dan dapat menyentuh wilayah lain di Balikpapan Utara serta seluruh area Kota Balikpapan," ucapnya.

Kebahagiaan senada diungkapkan oleh Ika, seorang warga setempat. Ia merasa bersyukur karena kini tidak perlu memutar jauh dan terhindar dari risiko ban bocor akibat paku yang sering mencuat pada jembatan kayu yang lama.

"Kami sangat senang, jembatannya sekarang sudah kokoh dan bagus. Dulu waktu masih dari kayu jembatannya sering bergoyang, lalu banyak paku yang menonjol dan sering membuat ban kendaraan warga bocor," ucap Ika.

Ika berharap ke depannya faktor keamanan di jembatan penghubung kawasan Padat Karya ini tetap terjaga dengan baik, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintas.

Program pembangunan dan peresmian infrastruktur ini merupakan bagian dari inisiatif percepatan infrastruktur kerakyatan. Melalui pembangunan Jembatan Garuda dan jembatan penunjang lainnya, pemerintah berharap dapat menurunkan biaya logistik regional sekaligus memberikan jaminan keselamatan akses aman bagi masyarakat hingga ke pelosok Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....