Mentan Amran: Change Your Mindset, You Can Change the World
- 13 Agt 2026 09:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Makassar – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang sekitar 10 ribu mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berani bermimpi besar, keluar dari zona nyaman, dan membangun pola pikir yang kuat sejak hari pertama memasuki dunia kampus.
Pesan tersebut disampaikan Amran saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Hasanuddin di Makassar, Selasa 11 Agustus 2026. Di hadapan ribuan mahasiswa baru, ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kekayaan, keturunan, jabatan orang tua, maupun asal daerah, melainkan oleh keberanian untuk bermimpi, bertindak, bekerja keras, dan bertahan menghadapi berbagai tantangan.
Dikutip dari laman pertanian.go.id. Rabu 12 Agustus 2026. “Change your mindset, you can change the world,” ujar Amran.
Menurutnya, pola pikir merupakan fondasi utama yang menentukan arah hidup seseorang. Karena itu, mahasiswa tidak boleh membatasi cita-cita hanya karena kondisi yang dimiliki saat ini atau karena membandingkan diri dengan orang lain.
“Jangan kamu mengkomparasi dengan orang lain. Kamu adalah kamu, bukan orang lain. Kekuatanmu bukan uang, bukan turunan, bukan orang tua pejabat. Sukses tidak mengenal latar belakang. Sukses di tanganmu,” ujarnya.
Amran menekankan bahwa mimpi besar tidak akan memiliki arti tanpa keberanian untuk mengambil tindakan nyata. Ia mengingatkan bahwa banyak orang memiliki gagasan besar, tetapi gagal mewujudkannya karena tidak pernah memulai langkah pertama.
“Kalau mau sukses, mimpi besar, make big dream. Tapi tidak cukup dengan mimpi. Ada orang mimpi besar, gagasannya besar, tapi tindakannya tidak ada, itu nol. Harus bertindak, take action,” katanya.
Ia menilai tantangan terbesar justru muncul setelah seseorang memulai perjalanan menuju kesuksesan. Kegagalan, tekanan, dan berbagai kesulitan adalah bagian dari proses yang harus dihadapi dengan ketekunan dan daya tahan yang kuat.
“Bermimpi itu mudah. Bertindak mulai sulit. Tapi yang paling sulit dalam hidup adalah bertahan, persisten. Bertahan dalam kesulitan, bertahan dalam tekanan,” katanya.
Untuk menggambarkan pentingnya ketangguhan tersebut, Amran membagikan kisah masa mudanya saat menempuh pendidikan di Unhas. Ia pernah tinggal di pondokan sederhana di belakang kampus dan menghadapi berbagai keterbatasan ekonomi, termasuk mencari ikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baginya, pengalaman sulit itu justru menjadi proses yang membentuk karakter dan daya juang hingga mampu mencapai posisi yang ia raih saat ini.
“Ini yang membuat kita besar. Ini yang membuat kita lulus. Itu kuatnya sebuah cita-cita, mimpi. Jadi mimpi kita harus fokus,” katanya.
Amran juga mengibaratkan tekanan sebagai proses yang menempa seseorang menjadi lebih kuat dan tangguh.
“Kalau ada orang hidup dalam tekanan, bila tidak menemukan tekanan, ciptakan tekanan. Anda akan berhasil. Karena ingat, berlian itu dicetak dari tekanan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran mengingatkan mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin. Menurutnya, mereka yang berhasil lolos ke Unhas merupakan putra-putri terbaik bangsa yang telah melewati proses seleksi yang sangat ketat.
“Anda yang masuk di sini adalah putra-putri terbaik bangsa yang lolos di Unhas kurang dari 10 persen. Anda adalah orang terbaik. Jangan sia-siakan waktumu di sini,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masa kuliah tidak boleh hanya dipandang sebagai jalan untuk memperoleh ijazah. Kampus harus menjadi tempat membangun ilmu pengetahuan, karakter, keterampilan, kedisiplinan, dan mental yang kuat dalam menghadapi kehidupan.
“Jadilah manusia yang unggul. Syaratnya pertama itu berilmu. Kemudian yang kedua, bekerja keras, berakhlak mulia. Insya Allah pasti bisa berhasil,” ucapnya.
Amran juga mengingatkan bahwa di balik setiap mahasiswa terdapat doa dan harapan orang tua yang ingin melihat anak-anak mereka sukses serta memiliki akhlak yang baik.
“Orang tuamu mengiringi dengan doa setiap malam agar kamu menjadi manusia sukses dan berakhlak mulia. Jangan sia-siakan itu,” katanya.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk mulai berjuang sejak sekarang dan memanfaatkan masa kuliah sebagai momentum membentuk masa depan.
“Kalau mau sukses, sekarang kamu berjuang. Struggle now. Jangan bermain-main dengan masa depan. Gunakan waktu ini untuk membentuk diri,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....