Pemerintah Perkuat Penyaluran Bansos Triwulan III, Data Dimutakhirkan
- 10 Agt 2026 12:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah terus memperkuat penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran melalui pemutakhiran data penerima dan proses verifikasi secara berkala. Hingga saat ini, penyaluran bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau program sembako Triwulan III periode Juli-September 2026.
Kegiatan sedang berlangsung dan ditargetkan tuntas pada Agustus 2026. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa bansos PKH telah disalurkan kepada lebih dari 7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sedangkan bantuan sembako telah disalurkan kepada 12 juta KPM.
“Penyaluran bantuan sosial di triwulan ketiga, terus berproses. Sudah lebih dari 7 juta [KPM] yang disalurkan untuk PKH dan lebih dari 12 juta [KPM], untuk bantuan pangan non-tunai atau bantuan sembako,” kata Mensos saat konferensi pers di Jakarta, Jumat 07 Agustus 2026.
Dikutip dari laman Setneg.go.id, secara keseluruhan terdapat 18.258.834 KPM penerima bansos sembako pada Triwulan III, sementara penerima PKH mencapai 10.001.753 KPM.Data yang digunakan merupakan hasil pemutakhiran oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Pemutakhiran dilakukan setiap tiga bulan dan diserahkan kepada Kementerian Sosial setiap tanggal 10 pada bulan penyaluran. Tujuannya untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.
Sejumlah KPM dari periode sebelumnya dialihkan karena mengalami perubahan, antara lain desil naik, tidak memenuhi kriteria, telah graduasi, meninggal dunia, tidak ditemukan, dan mengundurkan diri.Selain itu, pemerintah juga melakukan verifikasi terhadap KPM yang terindikasi melakukan transaksi judi online berdasarkan hasil pemadanan data dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Sebanyak 1.494.652 KPM penerima program sembako terindikasi melakukan transaksi judi online. Dari jumlah tersebut, 794.475 KPM di antaranya juga tercatat sebagai penerima PKH.
Untuk sementara, penyaluran bantuan kepada KPM tersebut ditangguhkan hingga proses verifikasi selesai.
“Kita sekarang sedang telusuri, mungkin minggu depan paling tidak kita sudah punya gambaran lebih jauh tentang hasil penelusuran. Nanti akan kita lihat dan akan kita sampaikan hasilnya,” kata Mensos.
Di samping verifikasi, Kemensos juga terus memperkuat edukasi kepada KPM melalui pendamping PKH dan pendamping sosial. Edukasi diberikan agar bantuan sosial digunakan sesuai peruntukannya, sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat agar tidak menyalahgunakan maupun membiarkan rekeningnya dimanfaatkan pihak lain untuk aktivitas yang melanggar hukum.
“Jangan sembarangan atau dimanfaatkan orang lain rekeningnya. Ini terus kita lakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada KPM lewat pendamping-pendamping sosial. Ini kita lakukan terus-menerus,” ujarnya.
Dengan langkah pemutakhiran data, verifikasi, dan edukasi ini, pemerintah menargetkan penyaluran bansos Triwulan III dapat berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberi manfaat maksimal bagi keluarga penerima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....