Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Teguhkan Persatuan Sambut HUT Ke-81 RI

  • 03 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi saksi kebersamaan lintas agama melalui kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu 1 Agustus 2026 malam.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum memanjatkan doa bagi bangsa, tetapi juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama Indonesia yang terus dirawat melalui semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong.

Sejumlah pemuka agama hadir dan menyampaikan pentingnya doa sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Jakarta, Romo Agustinus Heri Wibowo, menegaskan setiap ikhtiar bangsa harus dilandasi doa agar memperoleh penyertaan Tuhan.

Dikutip dari laman presidenri.go.id, Senin 3 Agustus 2026, Romo Agustinus mengatakan bahwa doa merupakan fondasi kehidupan bangsa Indonesia yang religius.

"Semua daya upaya manusiawi dilandasi atas doa supaya Tuhan merestui, memberkati, dan menyempurnakan semua pekerjaan baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara, Pinandita Gede Pastika, menyambut baik penyelenggaraan doa kebangsaan lintas agama sebagai sarana memperkuat keharmonisan di tengah kemajemukan Indonesia.

Menurutnya, kebersamaan seluruh umat beragama menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan sehingga kebinekaan dapat terwujud dalam harmoni yang kokoh.

Wakil Sekretaris Jenderal Sangha Agung Indonesia, Bhikkhu Bhadranatha Thera, menambahkan doa lintas agama mencerminkan wajah Indonesia yang mampu menjaga persatuan melalui nilai-nilai cinta kasih dan Pancasila.

"Dengan adanya cinta kasih yang terus dikembangkan, persatuan dan kesatuan menjadi jauh lebih indah. Inilah Indonesia," katanya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), Xs. Budi S. Tanuwibowo. Ia mengibaratkan keberagaman Indonesia seperti sebuah orkestra yang tetap menghasilkan harmoni meski terdiri atas beragam alat musik.

Menurutnya, perbedaan bukanlah alasan untuk berseteru, melainkan kekayaan bangsa yang memperkuat persatuan dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dukungan juga datang dari Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty. Ia mengatakan perjalanan bangsa Indonesia tidak pernah terlepas dari doa seluruh umat beragama.

Ia menilai para pendiri bangsa telah mewariskan nilai luhur berupa persatuan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. Warisan tersebut harus terus dijaga oleh seluruh generasi bangsa.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan wujud rasa syukur atas berbagai pencapaian bangsa sekaligus ikhtiar memohon keberkahan bagi masa depan Indonesia.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

"Indonesia adalah lukisan paling indah yang harus kita pelihara agar tetap damai, harmonis, dan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan," ujar Nasaruddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....