Doa dan Zikir Kebangsaan Jadi Simbol Persatuan dalam Peringatan HUT Ke-81 RI
- 30 Jul 2026 08:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Di tengah dunia yang semakin mudah terbelah oleh perbedaan pandangan, Indonesia memilih menunjukkan wajah yang berbeda. Keberagaman tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan fondasi yang memperkuat persatuan bangsa.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Doa dan Zikir Kebangsaan yang dikoordinasikan Kementerian Sekretariat Negara dan diselenggarakan Kementerian Agama sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dikutip dari laman Indonesia.go.id, Rabu 29 Juli 2026, sekitar 100 ribu masyarakat dari berbagai agama, suku, profesi, dan latar belakang akan berkumpul di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu 1 Agustus 2026, untuk mengikuti Doa dan Zikir Kebangsaan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar spiritual yang mengiringi perjalanan bangsa. Menurutnya, selama 81 tahun Indonesia membuktikan diri sebagai bangsa yang terus bergerak maju dan tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai tantangan.
"Doa dan zikir kebangsaan adalah kekuatan untuk melangkah bersama mengisi kemerdekaan," ujar Kamaruddin.
Ia menjelaskan, doa kebangsaan menghadirkan doa lintas agama. Setiap pemuka agama memanjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing, namun memiliki tujuan yang sama, yakni memohon keselamatan bangsa serta memperkuat persaudaraan antarsesama.
"Doa ini bukan hanya milik satu kelompok atau satu agama," kata Kamaruddin.
Menurutnya, seluruh elemen bangsa hadir bersama karena Indonesia dibangun di atas keberagaman yang dipersatukan oleh cita-cita yang sama.
Sementara itu, Ketua Panitia Doa dan Zikir Kebangsaan, Abu Rokhmad, menilai kegiatan tersebut mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya.
"Berbeda keyakinan dan tradisi, tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada bangsa dan negara," ujarnya.
Abu Rokhmad menegaskan, doa tidak boleh berhenti sebagai sebuah ritual. Doa harus menjadi energi sosial yang mendorong kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menumbuhkan tanggung jawab kebangsaan.
Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kerukunan, membantu sesama, menaati hukum, menghargai perbedaan, serta bekerja dengan integritas. Sebab, Indonesia yang lebih baik tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh seluruh rakyat Indonesia.
Melalui Doa dan Zikir Kebangsaan, sekitar 100 ribu peserta di Monas dan jutaan masyarakat yang berdoa dari berbagai penjuru Nusantara diharapkan memperkuat optimisme bahwa Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah keberagaman, Indonesia tetap memiliki satu tujuan, satu cita-cita, dan satu rumah bersama. Selama persaudaraan terus dijaga, semangat gotong royong tetap dihidupkan, dan harapan tidak pernah padam, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk terus melangkah maju.
Memasuki usia ke-81 kemerdekaan, bangsa Indonesia kembali memulai perjalanan baru dengan doa. Dari doa yang dipanjatkan bersama, tumbuh keyakinan bahwa Indonesia akan terus bergerak menuju bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....