Penyaluran Beras SPHP Melonjak, Stabilkan Harga Pangan Nasional
- 27 Jul 2026 10:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga keterjangkauan harga beras di tengah meningkatnya permintaan masyarakat melalui percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 678,87 ribu ton hingga pertengahan Juli 2026. Berdasarkan data yang dikutip dari Indonesia.go.id, capaian tersebut meningkat sekitar 274 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan penyaluran didorong oleh perluasan jaringan distribusi, termasuk melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah. Program ini memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP sehingga kebutuhan pangan pokok dapat dipenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain mengalami peningkatan signifikan, realisasi penyaluran hingga pekan kedua Juli juga telah mencapai lebih dari 55 persen dari target distribusi SPHP tahun 2026 yang ditetapkan sekitar 828 ribu ton. Pemerintah optimistis target tersebut dapat tercapai melalui sinergi antarlembaga dan pemerintah daerah.
Di Kota Kediri, Jawa Timur, antusiasme masyarakat terlihat saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Banjarmlati pada Selasa 21 Juli 2026. Warga memanfaatkan program tersebut untuk membeli beras SPHP dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Program SPHP dinilai berperan penting sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus menekan laju inflasi di tingkat konsumen. Ketersediaan beras dengan harga terjangkau diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar pangan.
Melalui kolaborasi antara Bapanas, Perum Bulog, dan pemerintah daerah, distribusi beras SPHP diharapkan terus berjalan optimal. Kebijakan ini tidak hanya menjaga keseimbangan harga beras bagi masyarakat, tetapi juga mendukung petani agar tetap memperoleh harga gabah yang menguntungkan sehingga stabilitas pangan nasional dapat terjaga secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....