Tuntas Misi di Papua, 450 Prajurit Yonif 613 Kembali ke Balikpapan
- 23 Jul 2026 06:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Ratusan prajurit Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri (Yonif) 613/Raja Alam resmi kembali ke markas komando setelah menyelesaikan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Papua Nugini periode 2025–2026 pada Rabu, 22 Juli 20126.
Kedatangan sebanyak 340 prajurit tersebut disambut langsung oleh Panglima Kodam (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Krido Pramono, melalui upacara penyambutan resmi. Seluruh personel dilaporkan kembali dalam kondisi lengkap, sehat, dan aman.
"Selamat datang kembali. Atas nama keluarga besar Kodam VI/Mulawarman, saya menyampaikan apresiasi tertinggi dan terima kasih sebesar-besarnya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian luar biasa yang telah kalian dedikasikan untuk negara," ujar Mayjen TNI Krido Pramono dalam amanatnya.
Selama masa penugasan di medan yang kompleks, Satgas Yonif 613/Raja Alam berhasil mengamankan sejumlah wilayah strategis. Beberapa lokasi krusial yang berhasil dikuasai meliputi Titik Yamo di Puncak Jaya, Titik Undu, Titik Purbalo, hingga Titik Mewoluk di wilayah Yambi–Mewoluk. Selain itu, prajurit juga melakukan pembersihan keamanan di Kampung Lolok dan Ilamburawi.
Menariknya, keberhasilan taktis ini dicapai tanpa adanya insiden kontak tembak. Keberhasilan tersebut membuktikan efektivitas strategi pencegahan dan pengamanan yang diterapkan di lapangan. Selain keberhasilan operasi pertahanan, Satgas Yonif 613/Raja Alam juga menorehkan prestasi gemilang dalam pendekatan humanis (soft power). Melalui pembinaan teritorial dan komunikasi sosial yang intensif, lima anggota kelompok bersenjata di wilayah Kodap XXVIII Yambi-Mewoluk secara sukarela menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pangdam menilai keberhasilan ini dipicu oleh aksi nyata prajurit yang aktif membantu kesulitan masyarakat lokal. Selama bertugas, personel Yonif 613/Raja Alam rutin memberikan bantuan pendidikan, pelayanan kesehatan gratis, karya bakti, serta menjaga silaturahmi erat bersama tokoh adat dan tokoh agama.
"Kalian tidak hanya hadir dengan senjata, tetapi juga dengan hati. Kepercayaan masyarakat yang kalian bangun menjadi fondasi kedamaian di sana," ucap Pangdam.
Pascapenataran tugas ini, seluruh prajurit akan menjalani fase konsolidasi, evaluasi menyeluruh, dan pemulihan (recovery) di markas satuan. Langkah ini penting untuk menjaga kesiapan tempur dan mental personel guna menghadapi tugas negara berikutnya.
Mayjen TNI Krido Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga prajurit yang terus memberikan dukungan moral dan doa dari rumah sepanjang operasi berlangsung.
Berdasarkan informasi resmi, estafet kepemimpinan pengamanan di wilayah perbatasan Papua akan dilanjutkan oleh satuan lain yang dijadwalkan berangkat pada Agustus 2026 mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....