Indonesia Resmi Jadi Pendiri WAICO Perkuat Kolaborasi Kecerdasan AI Global
- 23 Jul 2026 07:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Shanghai – Indonesia resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Penandatanganan dokumen pendirian organisasi internasional tersebut berlangsung di Shanghai, Tiongkok, pada 16 Juli 2026 sebagai langkah strategis memperkuat kerja sama global di bidang kecerdasan artifisial (AI).
Dokumen pendirian WAICO ditandatangani oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, yang mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, selaku ketua delegasi Pemerintah Indonesia. Keikutsertaan Indonesia menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat posisi nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI dunia.
Bergabungnya Indonesia sebagai negara pendiri WAICO diproyeksikan menjadi pengungkit transformasi ekonomi digital nasional. Pemerintah menilai kolaborasi internasional di bidang AI akan mempercepat inovasi, meningkatkan investasi pada sektor bernilai tambah tinggi, sekaligus menjadikan ekonomi digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Dilansir dari Komdigi.go.id, Rabu 22 Juli 2026 setelah penandatanganan akan digelar sesi persiapan informal pembentukan WAICO pada 17 Juli 2026. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, sebagai ketua delegasi Indonesia. Delegasi juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda bilateral bersama mitra internasional untuk memperluas kerja sama di bidang teknologi dan kecerdasan artifisial.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam WAICO menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional.
"Keikutsertaan Indonesia dalam WAICO merupakan momentum strategis untuk memperkuat tata kelola AI nasional yang selaras dengan praktik terbaik internasional," ujar Angga Raka Prabowo.
Ia menambahkan, kehadiran Indonesia sebagai negara pendiri juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial yang inklusif dan bertanggung jawab.
"Kehadiran Indonesia membuka ruang kolaborasi lintas negara dalam mengembangkan ekosistem AI yang inklusif dan bertanggung jawab demi kemajuan bersama," kata Angga.
Melalui keanggotaan sebagai negara pendiri WAICO, Indonesia diharapkan dapat berperan aktif dalam merumuskan arah pengembangan kecerdasan artifisial global. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digital nasional, menarik investasi di sektor teknologi, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekonomi digital dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....