Indonesia Dorong Tata Kelola AI Global lewat Kolaborasi WAICO Inklusif
- 22 Jul 2026 17:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia menyambut pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) sebagai platform strategis untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Pemerintah menilai WAICO tidak hanya menjadi forum konsultatif, tetapi juga menjadi bagian penting dari tata kelola AI global yang inklusif serta mendorong transfer teknologi yang adil.
Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan nasional yang tengah disiapkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Saat ini, Komdigi tengah memfinalisasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Indonesia 2026–2029 beserta Etika AI sebagai landasan pengembangan dan pemanfaatan AI yang mengedepankan nilai kemanusiaan, transparansi, akuntabilitas, perlindungan data pribadi, keamanan, serta inovasi yang bertanggung jawab.
Dikutip dari laman Komdigi, Rabu 22 Juli 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menghadiri Informal Preparatory Session on the Establishment of WAICO pada 17 Juli 2026. Dalam forum yang diikuti 26 negara tersebut, Angga mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Ketua Delegasi Pemerintah Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Indonesia menegaskan bahwa WAICO bukan sekadar forum konsultatif, melainkan bagian integral dari tata kelola AI global dan transfer teknologi yang adil. Pemerintah juga mengusulkan tiga bentuk kerja sama konkret sekaligus menyampaikan tiga prinsip utama agar organisasi tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat global, khususnya negara-negara berkembang.
Prinsip pertama menekankan bahwa "tata kelola AI global harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya penyusunan norma." Untuk itu, Indonesia mendorong adanya pendanaan yang terjangkau, transfer teknologi, tata kelola data yang kuat, serta pengembangan kapasitas guna mempersempit kesenjangan digital. Selain itu, kerja sama AI diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi UMKM, membantu pelestarian bahasa lokal, serta menjawab kebutuhan negara berkembang.
Prinsip kedua, Indonesia mendukung inovasi AI yang bertanggung jawab melalui pendekatan berbasis risiko yang disesuaikan dengan konteks nasional masing-masing. Adapun prinsip ketiga adalah memperkuat sinergi antara WAICO dan arsitektur multilateral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar tidak terjadi fragmentasi maupun duplikasi tata kelola AI global.
Melalui partisipasi aktif tersebut, Indonesia menegaskan kesiapannya berkontribusi dalam pembentukan WAICO yang inklusif. Pemerintah berharap organisasi ini dapat menjadi wadah kolaborasi internasional yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. "Indonesia siap berkontribusi dalam pembentukan WAICO dan berharap organisasi ini dapat menjadi platform yang inklusif untuk memperkuat kolaborasi global sekaligus mendukung pemanfaatan AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....