Prabowo Tegaskan Percepatan Program Strategis untuk Wujudkan Indonesia Mandiri

  • 21 Jul 2026 07:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui percepatan berbagai program strategis nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden usai memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilansir dari Setneg.go.id, Senin 20 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait yang dinilai bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional.

"Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu terakhir. Saya melihat kerja keras semua unsur, para menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan seluruh jajaran yang bekerja dengan gesit tanpa mengenal istirahat. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita," ujar Presiden.

Presiden menegaskan, pemerintah bertekad mencapai target pembangunan dalam waktu secepat mungkin. "Karena itu, pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," katanya.

Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dalam mengelola serta menjaga kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Semua unsur, kita bahu-membahu. Saya mengajak semua kekuatan, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita. Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita. Bersatulah untuk mengamankan dan menguasai kembali seluruh kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut," ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menegaskan sikap pemerintah yang tidak akan memberikan toleransi terhadap penyalahgunaan kewenangan maupun tindakan yang merugikan masyarakat.

"Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tetapi melaksanakan kebijakan dan tindakan yang merugikan rakyat. Apalagi mencuri uang rakyat, kita tidak toleransi. Sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu," ucap Presiden tegas.

Presiden Prabowo menyampaikan target swasembada pangan telah berhasil dicapai. Selanjutnya, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada percepatan swasembada energi, pembangunan ketahanan air, serta penertiban berbagai aktivitas ilegal yang merugikan negara.

Aktivitas ilegal tersebut meliputi penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga perdagangan ilegal.

Selain itu, pemerintah akan mempercepat program peremajaan tanaman tebu nasional. Berdasarkan laporan Menteri Pertanian, program yang semula ditargetkan selesai dalam empat tahun kini diupayakan rampung hanya dalam dua tahun.

"Menteri Pertanian janjinya dua tahun, tapi jangan sampai masuk rumah sakit. Menteri-menteri, para jenderal, jangan ambruk. Jadi kita akan percepat semua usaha, kita akan kerja keras," ujar Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa percepatan pembangunan di berbagai sektor merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan seluruh kekayaan dan potensi Indonesia dikelola sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

"Semua ini kita lakukan agar Indonesia menjadi bangsa yang semakin berdaulat, mandiri, dan disegani dunia," ujar Presiden. (BPMI Setpres)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....