Petani Rasakan Dampak Positif Program Ketahanan Pangan Pemerintah Nasional

  • 21 Jul 2026 10:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Malang – Berbagai program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani. Mulai dari perbaikan distribusi pupuk, pemanfaatan teknologi digital, hingga pendampingan di lapangan dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku sektor pertanian.

Salah satu yang merasakan dampak tersebut adalah Abdul Mujib, petani tebu asal Malang. Saat menghadiri Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Jumat 17 Juli 2026, ia mengaku sistem pertanian kini semakin modern dan terintegrasi dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Dilansir dari BPMI Setpres melalui Setneg.go.id, Senin 20 Juli 2026, Mujib mengatakan selama dua tahun terakhir proses penebusan pupuk dilakukan melalui sistem digital. Menurutnya, mekanisme tersebut membuat penyaluran pupuk menjadi lebih transparan, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki setiap petani. "Penebusan pupuk sekarang harus melalui sistem yang membuat prosesnya lebih transparan dan tepat sasaran," ujarnya.

Ia menambahkan, perbaikan sistem distribusi pupuk memberikan rasa keadilan bagi petani karena alokasi yang diterima sesuai kebutuhan. Selain itu, stok pupuk yang tersedia juga dinilai mencukupi sehingga petani tidak lagi khawatir menghadapi musim tanam. "Pengambilan pupuk jadi lebih adil dan sesuai kebutuhan, tidak seperti dulu," kata Mujib.

Tidak hanya soal sarana produksi, program pendampingan yang melibatkan TNI juga mendapat apresiasi. Menurut Mujib, pendampingan yang intensif membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus memberikan motivasi dalam mengembangkan usaha tani. Ia juga menilai langkah pemerintah menggelar operasi pasar saat harga komoditas meningkat mampu menjaga stabilitas dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Harapan serupa disampaikan petani lainnya, Puji. Ia berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada sektor pertanian sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda. Menurutnya, regenerasi petani menjadi faktor penting agar pertanian Indonesia tetap produktif dan mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan. "Petani muda adalah generasi penerus bangsa. Kehadiran pemerintah di Jawa Timur menjadi sinyal penting untuk terus mendukung kami," ujarnya.

Kesaksian para petani tersebut menunjukkan berbagai kebijakan pemerintah mulai memberikan dampak nyata di lapangan. Dukungan teknologi, kepastian ketersediaan pupuk, pendampingan berkelanjutan, serta sinergi berbagai pihak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional dan memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....