Indonesia dan Singapura Tegaskan Komitmen Jaga Perdamaian Kawasan Selat Malaka
- 07 Jul 2026 10:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dan Singapura untuk terus menjaga perdamaian kawasan, menyelesaikan setiap sengketa melalui dialog dan diplomasi, serta memperkuat keamanan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, usai Leader's Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 6 Juli 2026.
Mengutip laman Sekretariat Negara, Selasa 7 Juli 2026, Presiden Prabowo mengatakan negara-negara ASEAN memiliki komitmen yang sama dalam menyelesaikan berbagai sengketa secara damai melalui dialog dan diplomasi. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi landasan penting dalam menghadapi berbagai tantangan dan konflik di tingkat regional maupun global.
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian kedua negara adalah keamanan Selat Malaka. Presiden Prabowo menegaskan Indonesia dan Singapura memiliki kepentingan bersama untuk memastikan jalur pelayaran internasional tersebut tetap aman, terbuka, dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengguna sesuai hukum internasional.
Sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, Indonesia dan Singapura memandang kawasan tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi perdagangan dan pelayaran dunia. Karena itu, kedua negara berkomitmen menjaga stabilitas serta keamanan wilayah tersebut demi mendukung kelancaran arus logistik internasional.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa upaya menjaga keamanan Selat Malaka tidak hanya mencakup aspek pertahanan, tetapi juga pencegahan pencemaran lingkungan, penanganan risiko kecelakaan pelayaran, serta pemberantasan tindak perompakan. Menurutnya, stabilitas di Selat Malaka merupakan kepentingan bersama bagi negara-negara di kawasan.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Indonesia dan Singapura akan terus meningkatkan koordinasi dengan Malaysia dan Thailand. Kerja sama itu bertujuan menjaga Selat Malaka tetap menjadi jalur pelayaran yang aman, terbuka, dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menegaskan Leader's Retreat tidak hanya membahas berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, tetapi juga mempersiapkan arah kemitraan strategis Indonesia dan Singapura dalam menghadapi peluang di masa depan.
Presiden mengingatkan bahwa pada 2027 Indonesia dan Singapura akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan penting untuk semakin mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin selama enam dekade.
Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri Lawrence Wong beserta delegasi Singapura atas komitmen yang terus ditunjukkan dalam memperkuat persahabatan dan kerja sama kedua negara. Menurutnya, hubungan yang erat antara Indonesia dan Singapura tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.
Dengan semangat saling percaya dan kemitraan yang kuat, Indonesia dan Singapura berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama strategis di berbagai bidang. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga perdamaian kawasan, memperkuat stabilitas regional, serta mewujudkan masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi negara-negara di Asia Tenggara. (BPMI Setpres)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....