Presiden Prabowo: Teknologi dan AI Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman Bangsa
- 30 Jun 2026 15:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, teknologi memungkinkan pemerintah menerima aspirasi masyarakat secara langsung dan merespons berbagai permasalahan secara lebih cepat, tepat, dan efektif.
Dalam sambutannya saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026, Presiden mengatakan berbagai masukan masyarakat kini dapat diterima melalui platform digital, termasuk dari daerah terpencil.
"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok saya segera tindak lanjuti. Saya berkeyakinan bahwa setiap kesulitan harus dihadapi dengan berani dan kerja keras untuk mencari solusinya," ujar Presiden, dikutip dari Setneg.go.id, Selasa, 30 Juni 2026.
Presiden mencontohkan, perkembangan teknologi telah mempercepat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah sehingga berbagai persoalan di daerah dapat segera diketahui dan ditangani.
"Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat," katanya.
Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga memiliki potensi menimbulkan dampak besar apabila disalahgunakan. Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi nuklir yang dapat memberikan manfaat luas bagi kehidupan, namun juga memiliki risiko besar apabila digunakan untuk tujuan destruktif.
"Teknologi belum tentu selalu positif bagi manusia. Nuklir bisa menjadi energi yang murah dan relatif bersih, bermanfaat untuk medis dan pertanian. Tetapi nuklir juga bisa menghabiskan peradaban manusia," ujarnya.
Presiden juga menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk munculnya AI agent yang dinilai akan membawa tantangan baru di berbagai sektor. Karena itu, ia mendorong para guru besar, profesor, dan kalangan akademisi untuk terus mendalami perkembangan teknologi tersebut agar Indonesia mampu menjadi pelaku, bukan sekadar pengguna.
"Manusia menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin. Mesin bisa membuat karya-karya luar biasa. Inilah yang harus didalami oleh para guru besar dan profesor," kata Presiden.
Ia berharap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk AI, dapat menjadi fondasi penting dalam mempercepat pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah pesatnya transformasi digital global. (BPMI Setpres)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....