Bulog Perkuat Distribusi Minyakita untuk Menjaga Stabilitas Harga Pangan
- 23 Jun 2026 09:24 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Perum Bulog terus memperkuat distribusi program Minyakita sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Strategi tersebut dilakukan dengan memprioritaskan penyaluran minyak goreng ke pasar rakyat serta pasar yang tergabung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2KP).
Langkah tersebut menjadi salah satu fokus yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI. Pemerintah menilai ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau masih menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Perum Bulog melaporkan realisasi distribusi Minyakita telah mencapai 129 ribu kiloliter. Dari jumlah tersebut, sekitar 51 persen telah disalurkan langsung ke pasar rakyat sebagai upaya memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap minyak goreng dengan harga yang sesuai ketentuan.
Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Analisis Harga Perum Bulog Muhammad Wawan Hidayanto, mengatakan pihaknya telah menerapkan kebijakan prioritas distribusi ke pasar-pasar yang menjadi sasaran program pemerintah. Bahkan, distribusi Minyakita difokuskan sepenuhnya ke pasar SP2KP dan pasar rakyat lainnya.
“Bulog juga berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan setempat untuk distribusi Minyakita dengan prioritas kepada pasar SP2KP,” ujar Wawan Widayanto pada Senin 22 Juni 2026.
Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Bulog juga melakukan pendampingan kepada para pedagang dan pengecer di berbagai daerah. Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan administrasi dan perizinan sesuai regulasi yang berlaku.
Bulog turut berkoordinasi dengan dinas perdagangan dan instansi terkait dalam proses verifikasi legalitas usaha para pengecer. Para pedagang juga diberikan pendampingan dalam penggunaan sistem Simira guna mendukung tata kelola distribusi Minyakita yang lebih tertib dan terpantau.
Menurut Wawan, distribusi terbesar Minyakita saat ini berada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. "Dalam tiga bulan terakhir, Bulog juga mengubah fokus distribusi dengan memperbesar alokasi ke pasar tradisional dibandingkan saluran distribusi lainnya," katanya.
Di sisi lain, Bulog juga menerima informasi adanya potensi tambahan pasokan minyak goreng dari produsen sebesar 21 juta liter selama Juni 2026. Tambahan volume tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat stok nasional sekaligus mendukung upaya stabilisasi harga di berbagai daerah yang masih mengalami tekanan harga komoditas pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....