Realisasi SPHP Bulog Capai 43 Persen, Distribusi Beras Lampaui Target Bulanan

  • 22 Jun 2026 11:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perum Bulog melaporkan realisasi penyaluran beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren yang relatif stabil dan positif. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Program SPHP menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di pasar. Skema ini dilakukan melalui penyaluran beras dari cadangan pemerintah ke berbagai wilayah yang mengalami tekanan harga.

Perwakilan Perum Bulog Bidang Data dan Informasi, Muh Wawan Widayanto, mengatakan realisasi penyaluran SPHP telah mencapai 43 persen atau sekitar 361 ribu ton dari total target 828 ribu ton. Angka tersebut mencerminkan progres distribusi yang terus berjalan di berbagai daerah.

“Untuk penyaluran SPHP dapat kami sampaikan total realisasi sudah mencapai 43 persen atau 361 ribu ton dari target 828 ribu ton,” ujar Wawan Widayanto dalam pemaparan data pada Senin 22 Juni 2026.

Wawan menjelaskan kinerja penyaluran pada April dan Mei bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. "Pada April 2026, realisasi mencapai 142 persen dari target bulanan, sementara pada Mei mencapai 131 persen," katanya.

Selain itu, terdapat peningkatan volume penyaluran pada Mei sekitar 4.700 ton atau 4,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan adanya intensifikasi distribusi pada periode tersebut untuk merespons kebutuhan pasar.

Hingga Juni 2026, penyaluran SPHP masih terus berlangsung di berbagai wilayah guna menjaga ketersediaan pasokan di tingkat konsumen. Bulog mencatat bahwa distribusi dilakukan melalui jaringan pasar tradisional dan saluran distribusi resmi lainnya.

Di sisi lain, Bulog juga melaporkan realisasi bantuan pangan nasional telah mencapai 88 persen. Program tersebut mencakup penyaluran 614 ribu ton beras dan 122 juta liter minyak goreng yang telah tersebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....