DPR RI dan Kemenhaj Laporkan Capaian Penyelenggaraan Haji 2026 kepada Presiden
- 18 Jun 2026 15:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pimpinan DPR RI bersama jajaran Kementerian Haji dan Umrah melaporkan hasil penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 17 Juni 2026.
Dikutip dari Setneg.go.id, Kamis 18 Juni 2026, pertemuan tersebut membahas berbagai capaian pemerintah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari penurunan biaya haji, pengurangan masa tunggu jemaah, hingga peningkatan layanan akomodasi dan konsumsi bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyampaikan fungsi pengawasan DPR RI bertujuan memastikan upaya perbaikan layanan haji dapat berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menilai berbagai perbaikan tersebut mulai terwujud pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurutnya, salah satu capaian penting adalah keberhasilan menekan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Selain itu, pemerintah juga berhasil mengurangi masa tunggu keberangkatan jemaah haji.
Jika sebelumnya masa tunggu dapat mencapai 35 hingga 40 tahun, kini antrean berhasil ditekan menjadi sekitar 26 tahun.
Cucun juga mengungkapkan, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap percepatan antrean haji. "Presiden meminta Kementerian Haji dan Umrah untuk terus mencari skema terbaik agar masa tunggu jemaah dapat semakin dipersingkat," kata Cucun kepada media.
Selain itu, DPR RI menyoroti peningkatan sistem keberangkatan jemaah melalui penerapan mekanisme imigrasi yang dinilai lebih efektif dalam mencegah keberangkatan jemaah ilegal. Langkah ini dianggap penting untuk memastikan seluruh proses keberangkatan berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Peningkatan kualitas akomodasi juga menjadi salah satu capaian yang mendapat apresiasi. Sekitar 17.000 jemaah haji reguler Indonesia kini dapat menginap di kawasan Zona 1, sekitar Masjid Nabawi, Madinah, dengan fasilitas hotel berbintang lima.
Menurut Cucun, banyak jemaah mengaku tidak menyangka dapat memperoleh fasilitas penginapan yang nyaman dan dekat dengan lokasi ibadah utama.
Selain itu, kualitas layanan konsumsi juga mengalami peningkatan. Kementerian Haji dan Umrah berhasil melakukan negosiasi dengan pihak syarikah sehingga menu makanan yang disediakan bagi jemaah menjadi lebih beragam dan sesuai dengan cita rasa masyarakat Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh pihak untuk mempertahankan berbagai terobosan yang telah berjalan baik, sekaligus terus melakukan evaluasi terhadap aspek yang masih perlu disempurnakan. "Presiden juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang erat antara DPR RI dan pemerintah sebagai kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan haji ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menyampaikan apresiasi atas kinerja Kementerian Haji dan Umrah dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Ia juga mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap tantangan di masa mendatang, terutama terkait dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang dapat memengaruhi pelaksanaan ibadah haji.
Abidin berharap situasi di kawasan Timur Tengah dapat terus membaik sehingga penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun berikutnya dapat berjalan lebih lancar. Ia juga menegaskan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas perhatian dan komitmennya dalam meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia.
"Berbagai langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah, mulai dari pengurangan masa tunggu, peningkatan fasilitas, hingga perbaikan layanan di Tanah Suci, menunjukkan keseriusan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umat Islam Indonesia," katanya. (BPMI Setpres)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....