Sapa UMKM Resmi Diluncurkan di Balikpapan, Biaya Layanan Diskon 50%

  • 18 Jun 2026 06:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID,Balikpapan - Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, resmi mengukir sejarah sebagai kota pertama di Indonesia yang ditunjuk oleh Kementerian UMKM RI untuk menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nusantara 2026. Momentum krusial ini menjadi tonggak awal transformasi digital besar-besaran bagi pelaku usaha lokal melalui peluncuran aplikasi terintegrasi bernama Sapa UMKM pada Rabu, 17 Juni 2026.

Rangkaian acara yang berlangsung di Balikpapan ini mencakup upacara pembukaan, pelatihan digitalisasi, gelar wicara (talkshow), hingga sosialisasi teknis mengenai ekosistem digital teranyar dari pemerintah pusat tersebut.

Aplikasi Sapa UMKM hadir sebagai ekosistem transformasi digital nasional. Platform ini berfungsi mempermudah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia dalam mengakses berbagai fasilitas penting secara terintegrasi.

Menteri UMKM, Maman Abdulrahman, menegaskan bahwa pelaku usaha mau tidak mau harus beradaptasi dengan era pasar digital. Kendati demikian, pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga ekosistem niaga elektronik (e-commerce) yang berkeadilan dan sehat, baik bagi pelaku UMKM maupun bagi penyedia lokapasar (marketplace).

Sebagai bentuk keberpihakan konkret kepada pelaku usaha berskala mikro dan kecil, Kementerian UMKM telah menyepakati kerja sama strategis dengan platform Tokopedia dan TikTok Shop. Melalui kolaborasi ini, pelaku usaha mikro dan kecil akan mendapatkan diskon biaya layanan sebesar 50%.

"Secara kekuatan finansial, usaha kecil tentu berbeda dengan usaha besar. Diskon ini diatur langsung secara sistem untuk meringankan beban operasional bapak dan ibu yang berjualan daring," ujar Maman Abdulrahman. Beliau juga berpesan agar para pelaku UMKM selalu optimis, tangguh, dan tidak mudah berputus asa dalam menghadapi tantangan pasar.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyatakan dukungan penuh yang bersinergi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Menurutnya, pemanfaatan teknologi perdagangan elektronik (electronic commerce) wajib dimaksimalkan agar pangsa pasar produk UMKM Kalimantan Timur mampu menembus kancah global.

Pada tingkat teknis, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, memaparkan bahwa saat ini sudah ada 1.200 UMKM Balikpapan yang resmi terdaftar di aplikasi Sapa UMKM.

"Jika biasanya pelaku usaha harus membayar biaya layanan e-commerce sebesar Rp10.000, kini mereka cukup membayar Rp5.000 saja karena potongan 50% tersebut. Kemudahan transaksi daring ini diharapkan mendongkrak omzet penjualan secara signifikan."ungkapnya.

Dari total 127.000 UMKM yang terdata di Kota Balikpapan, pemerintah akan memanfaatkan aplikasi Sapa UMKM sebagai instrumen seleksi untuk memetakan pelaku usaha yang aktif, mandiri, dan siap naik kelas. Pendaftaran ke platform ini sepenuhnya gratis dan hanya memerlukan pengisian data registrasi secara mandiri. Targetnya, interkoneksi sistem penguatan fasilitas UMKM ini dapat rampung menyeluruh dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....