Pangkas Izin UMKM, Kaltim Dipuji Menteri Maman Abdurrahman
- 18 Jun 2026 06:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan instansi tersebut dalam memangkas birokrasi, sehingga pengurusan izin usaha bagi para pelaku UMKM menjadi jauh lebih cepat dan mudah.
Maman menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Kementerian UMKM dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Sinergi ini difokuskan pada empat pilar utama: kemudahan perizinan, pendampingan usaha, fasilitasi sertifikasi, serta perluasan akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR.
"Luar biasa. Saya harus menyampaikan apa adanya bahwa berdasarkan laporan dari rekan-rekan pengusaha UMKM, proses pengurusan perizinan dan sertifikasi di sini sangat cepat serta mudah," ujar Maman di Balikpapan, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Maman, langkah sinkronisasi yang dilakukan Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota telah masuk kategori sangat ramah terhadap UMKM. "Kami melihat adanya terobosan positif dan angin segar. Ketika UMKM tumbuh dan didukung oleh akses pelayanan perizinan yang masif serta optimal, roda ekonomi di Kalimantan Timur dipastikan akan bergerak lebih cepat," kata Maman.
Maman Abdurrahman juga mengaitkan pertumbuhan sektor UMKM dengan indikator makroekonomi nasional yang saat ini tumbuh positif di kisaran 5,62 persen. Pertumbuhan ini salah satunya dipicu oleh tingginya angka pengeluaran konsumsi (consumption spending) masyarakat dan pemerintah, di mana UMKM memegang peran sentral sebagai penyedia barang dan jasa.
"Meskipun dalam dua minggu terakhir sempat terjadi fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan dinamika di bursa saham (IHSG), tren lima hari terakhir menunjukkan penguatan rupiah dan kebangkitan pasar modal. Artinya, fundamental ekonomi dan respons pasar kita sudah berjalan selaras," ujar Maman.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Kementerian UMKM demi memajukan pelaku usaha di daerah. Rudy mencontohkan salah satu keberhasilan nyata komoditas lokal yang mampu menembus pasar global.
"Salah satu contohnya adalah produk cokelat dari Kabupaten Berau yang berhasil menembus pasar Prancis. Ini menjadi bukti konkret bahwa UMKM kita benar-benar bisa naik kelas," ucap Rudy optimistis.
Manfaat nyata dari program ini dirasakan langsung oleh Martha, seorang pelaku UMKM di bidang kecantikan dan perawatan kuku dari Batakan Asri, Balikpapan. Anggota Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PMM) ini mengaku bahwa gelaran Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 memberikan dampak yang sangat positif.
"Di sini kami mendapatkan wawasan baru, memperluas jaringan pertemanan, dan memperoleh pendampingan langsung melalui tautan daring (link)," kata Martha.
Selain pelatihan manajemen usaha, Martha juga mendapatkan akses permodalan dengan bunga dan cicilan yang sangat ringan. "Saya berhasil mendapatkan pinjaman modal usaha sebesar Rp6 juta dengan cicilan Rp75 ribu per minggu. Ini sangat meringankan dan membantu memenuhi kebutuhan harian serta biaya sekolah anak," ungkapnya, seraya berharap program ini terus berlanjut.
Antusiasme tinggi terlihat di dalam Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, di mana ribuan pelaku UMKM memadati rangkaian acara. Mereka menggantungkan harapan yang sama: usaha mereka dapat berkembang, naik kelas, menopang perekonomian keluarga, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru demi mewujudkan Kaltim yang maju dan sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....