UNEP Prediksi Sampah Tak Terkelola Capai 40 Juta Ton pada 2040

  • 12 Jun 2026 16:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Lingkungan merupakan isu yang sangat krusial yang perlu perhatian khusus bagi seluruh lapisan masyarakat. Salah satu gerakan yang dilakukan dalam mengawasi dan mengatasi permasalahan lingkungan, seperti United Nation Environmental Program (UNEP).

UNEP atau Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah badan khusus PBB yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan kebijakan pelestarian lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. “Jadi mereka sudah melakukan penelitian di tahun 2040, kemungkinan sampah yang tidak dikelola atau tidak dapat didaur ulang totalnya mencapai 40 juta ton,” ucap Dosen program studi Hubungan Internasional Universitas Mulawarman, Caroline Andalia.

Dalam kesempatan menghadiri obrolan Sore Ceria yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda, ia menjelaskan lebih lanjut bahwa total tersebut setara dengan 178 kapal terbesar di dunia. Selain itu, ia memberi gambaran seluruh garis pantai dunia memiliki sampah 50 ton per meter, “Jadi sebenarnya sangat berbahaya,” ucapnya dikutip Jumat, 12 Juni 2026.

Salah satu permasalahan sampah yang masih sering digaungkan adalah polusi plastik yang dapat mengancam lingkungan, “Plastik tidak hanya cuma permasalahan degradasi lingkungan, tapi makhluk hidup juga jadi kehilangan tempatnya karena banyaknya sampah di lautan dan darat,” ucapnya.

Peran anak muda sangat penting dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Ia menganalogikan jika total penduduk Indonesia adalah 280 juta jiwa dengan populasi pemuda sekitar 25%, “Bayangkan ada 140 juta orang yang tidak minum pakai sedotan. Artinya, kita dapat mengurangi sampah plastik semasif itu,” katanya.

Ia menambahkan isu lingkungan dapat dilakukan dari hal kecil terlebih dahulu, “Jika kita tidak membawa atau membeli minuman botol, bayangkan berapa banyak sampah yang dapat kita kurangi?” ucapnya.

Menurutnya, akan lebih baik jika hal ini dapat diterapkan di jenjang sekolah, mulai dari TK hingga SMA, “Dari TK sudah dibiasakan membawa botol minuman sendiri dan tidak membawa botol plastik,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....