Mendikdasmen Revitalisasi 123 Sekolah Kaltim, Siapkan Daerah Penyangga IKN
- 05 Jun 2026 14:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia terus mempercepat pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan nasional. Melalui agenda bertajuk "Pagi Ceria Bersama Mendikdasmen", Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti secara resmi menyerahkan bantuan peningkatan sarana dan prasarana kepada 123 satuan pendidikan di wilayah Kalimantan Timur.
Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah pusat untuk menghadirkan ekosistem belajar yang asri, aman, nyaman, dan inklusif. Program ini sekaligus mendukung kesiapan Kaltim sebagai wilayah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, mengatakan, kegiatan diawali dengan senam ceria yang diharapkan bisa menumbuhkan kekuatan fisik yang sehat seperti program Presiden RI Gerakan Hidup yang asri serta pembagian bantuan kepada sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi di Kaltim. " Alhamdulillah, pada 2025 pembangunan bisa berjalan sampai seratus persen di Kaltim," ucapnya pada Jumat, 5 Juni 2026.
Rincian Penyaluran Bantuan Revitalisasi Kaltim
Program revitalisasi yang diresmikan mencakup dua tahap pengalokasian anggaran dan target sekolah:
• Realisasi Tahun Sebelumnya (2025): Sebanyak 102 sekolah telah menerima bantuan rehabilitasi fisik dan penataan fasilitas.
• Alokasi Tahun Berjalan (2026): Tambahan intervensi disalurkan kepada 21 sekolah reguler, 16 Sekolah Luar Biasa (SLB), serta 5 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
• Fokus Pembangunan: Pembangunan ruang kelas baru, perbaikan kerusakan ruang belajar, pengadaan sumber air bersih sanitasi, serta peningkatan estetika lingkungan sekolah.
Memuliakan Siswa Lewat Fasilitas Layak
Dalam sambutannya di BSCC Dome, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur sekolah bukan sekadar proyek fisik rutin.
"Pembenahan fasilitas sekolah adalah bentuk nyata untuk memuliakan para siswa dan guru agar proses menuntut ilmu dapat berlangsung di dalam lingkungan yang aman dan berkualitas. Kita ingin memastikan tidak ada ketimpangan fasilitas, termasuk untuk sekolah luar biasa dan sanggar kegiatan belajar di daerah pelosok," ujar Abdul Mu'ti.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud turut mendampingi peresmian tersebut. Pemerintah daerah mengapresiasi penuh dukungan masif APBN melalui Kemendikdasmen, mengingat peningkatan mutu ruang kelas menjadi fondasi utama dalam menekan angka kemiskinan dan mencetak generasi emas daerah.
"Untuk di Kalimantan Timur seperti disampaikan oleh pak menteri terutama di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) akan dilaksanakan revitalisasi dan pemerintah Kaltim terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat," ujar Gubernur Kaltim Rudi Mas'ud dijumpai usai kegiatan Senam Ceria di Gedung BSCC, Dome, Balikpapan.
Dampak Langsung bagi Daerah
Perwakilan penerima manfaat, Febrina Atmara dari SKB Balikpapan Utara, menyampaikan bahwa bantuan ini sangat krusial dalam memperluas daya tampung dan kenyamanan belajar masyarakat non-formal. Program perluasan menu revitalisasi tahun ini juga dinilai lebih responsif karena langsung menyentuh kebutuhan mendasar sekolah, seperti pemenuhan fasilitas sanitasi standar baku dan digitalisasi pembelajaran.
Secara nasional, Kemendikdasmen sendiri menargetkan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 akan menjangkau 71.744 sekolah di seluruh Indonesia dengan total kesiapan anggaran mencapai Rp14 triliun, yang diprioritaskan bagi daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta wilayah terdampak bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....