Keindahan Arsitektur Masjid Negara IKN Sarat Filosofi Makna

  • 15 Apr 2026 11:01 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Tidak hanya dirancang sebagai rumah ibadah, Masjid Negara Ibu Kota Nusantara hadir sebagai simbol kemegahan religi di Ibu Kota Negara Nusantara. Bangunan ini menjadi representasi persatuan yang berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi, sekaligus mencerminkan identitas bangsa Indonesia yang religius dan modern.

Keindahan arsitekturnya tidak hanya memikat secara visual, tetapi juga sarat makna filosofis di setiap sudut bangunan. Masjid ini merupakan hasil rancangan seniman asal Bali, I Nyoman Nuarta, yang kemudian disempurnakan oleh firma arsitektur Alien Design Consultant (Alien DC) sebagaimana dilansir dari situs resminya, alienDC.com.

Dalam konsepnya, Masjid Negara IKN tidak sekadar tempat ibadah, melainkan simbol vertikalitas hubungan manusia dengan Tuhan serta representasi jati diri bangsa yang religius, terbuka, dan berkemajuan.

Pembangunan masjid ini dilaporkan telah rampung sejak Februari 2026. Kehadirannya menjadi penanda penting tersedianya ruang ibadah utama yang menyatukan masyarakat di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara.

Salah satu elemen yang paling mencolok adalah bentuk kubahnya yang berlapis menyerupai sorban. Desain tersebut dimaknai sebagai simbol dinamika kehidupan, menyerupai pusaran tawaf dalam ibadah haji. Bentuk ini juga melambangkan semesta yang terus bergerak serta nilai ketakterhinggaan ilahiah dalam hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Selain itu, menara masjid dibangun setinggi 99 meter yang melambangkan 99 Asmaul Husna, yakni nama-nama indah Allah SWT. Setiap elemen arsitektur dirancang untuk menghadirkan makna spiritual yang mendalam bagi jamaah maupun pengunjung.

Dalam proses pembangunannya, Masjid Negara IKN juga menggunakan material ramah lingkungan yang sejalan dengan konsep kota hijau yang diusung dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara.

Ke depan, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan rumah ibadah lain, termasuk Gereja Basilika IKN, yang dibangun dalam satu kawasan terintegrasi. Konsep ini diharapkan dapat menghadirkan harmoni antarumat beragama melalui ruang ibadah yang berdampingan, mencerminkan nilai toleransi dan kebersamaan di ibu kota masa depan Indonesia. (Cheny Armadhini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....