BPS Catat 15 Provinsi Alami Kenaikan IPH Februari
- 10 Feb 2026 13:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, melaporkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu pertama Februari 2026. Paparan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar pada Senin, 9 Februari 2026, dan diikuti oleh kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.
Dalam laporannya, Ateng menjelaskan secara nasional terjadi perbedaan tren IPH antarprovinsi. Sebanyak 15 provinsi tercatat mengalami kenaikan IPH dibandingkan periode sebelumnya, sementara 22 provinsi lainnya justru mencatatkan penurunan IPH.
“Provinsi yang mengalami kenaikan IPH antara lain Nusa Tenggara Barat, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Ateng Hartono. Ia menambahkan pola kenaikan IPH di sejumlah provinsi tersebut cenderung seragam dan dipengaruhi oleh komoditas yang sama.
Ateng mengungkapkan, komoditas utama yang mendorong kenaikan IPH di berbagai daerah tersebut adalah cabai rawit. Selain cabai rawit, komoditas lain seperti cabai merah, daging sapi, serta daging ayam ras juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan indeks harga.
“Di Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, hingga Jawa Tengah, cabai rawit menjadi penyumbang terbesar kenaikan IPH,” jelasnya. Menurut Ateng, kenaikan harga komoditas hortikultura tersebut terjadi cukup merata dan perlu mendapat perhatian bersama.
Lebih lanjut, Ateng memaparkan pada level kabupaten dan kota terdapat sejumlah daerah dengan perubahan IPH yang cukup tinggi, bahkan melampaui 5 persen. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Lombok Timur di Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Kabupaten Blitar, Trenggalek, dan Nganjuk di Jawa Timur.
“Di Kabupaten Blitar, perubahan IPH mencapai 7,68 persen, sedangkan di Kabupaten Trenggalek sebesar 7,22 persen,” ungkap Ateng. Selain itu, Kota Blitar dan Kota Situbondo juga tercatat mengalami kenaikan IPH yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain.
Meski demikian, Ateng menegaskan tidak semua daerah mengalami kenaikan IPH. Terdapat 10 kabupaten dan kota yang justru mencatatkan penurunan IPH cukup dalam hingga minggu pertama Februari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....