Harga Sembako di Kecamatan Long Apari Masih Tinggi

  • 28 Jan 2026 13:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Mahulu – Harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, terpantau masih berada pada level tinggi. Kondisi ini dirasakan langsung oleh masyarakat yang bergantung pada pasokan barang dari luar wilayah kecamatan.

Sejumlah komoditas bahan pangan pokok belum menunjukkan penurunan harga yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh faktor distribusi dan keterbatasan akses transportasi menuju wilayah perbatasan.

Camat Long Apari, Petrus Ngo, menyebutkan bahwa harga beras masih menjadi keluhan utama warga. Tingginya harga tidak terlepas dari biaya angkut yang harus ditempuh melalui jalur sungai dengan waktu yang cukup lama. Ketergantungan pada cuaca dan ketersediaan angkutan turut memengaruhi kelancaran pasokan.

“Saat ini harga beras ukuran 25 kilogram mencapai Rp850 ribu per sak,” ujarnya, Rabu, 28 Januari 2026.

Selain beras, harga bahan kebutuhan lainnya seperti gula, minyak goreng, dan telur juga relatif mahal. Kondisi serupa terjadi pada BBM yang menjadi kebutuhan penting masyarakat untuk transportasi dan aktivitas ekonomi.

Harga minyak goreng juga tercatat tinggi. Minyak goreng merek Bimoli ukuran 5 liter dibanderol Rp250 Ribu per jeriken, ukuran 2 liter Rp90 Ribu dan ukuran 1 liter Rp50 Ribu per kemasan.

“Keterbatasan infrastruktur darat membuat distribusi barang ke Long Apari belum efisien. Hal ini berdampak langsung pada harga jual di tingkat konsumen,” katanya.

Pemerintah kecamatan berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. “Kami berharap percepatan pembangunan akses darat agar distribusi barang bisa lebih lancar dan harga dapat ditekan,” kata Petrus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....