Bayi Orangutan Ditemukan Sendirian di Kebun Sawit Berau
- 27 Jan 2026 14:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau – Nasib tragis dialami bayi orangutan jantan yang ditemukan warga dalam kondisi sendirian di area perkebunan kelapa sawit, Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Satwa dilindungi tersebut kemudian diberi nama Jack dan kini menjalani proses pemulihan setelah dievakuasi dari lingkungan yang membahayakan.
Jack ditemukan pada 30 November 2025 di bawah pohon sawit dengan kondisi lemah, demam, serta mengalami kekurangan gizi. Pada telapak tangan dan kakinya terlihat luka lecet yang diduga akibat tertusuk duri tanaman sawit. Warga setempat sempat merawatnya selama tiga hari sebelum melaporkan temuan itu kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas BKSDA Kaltim segera mengevakuasi Jack dan menyerahkannya kepada Conservation Action Network (CAN) untuk mendapatkan perawatan medis dan rehabilitasi lanjutan. Founder sekaligus Direktur CAN, Paulinus Kristanto, menyebut respons cepat warga dan petugas sangat menentukan keselamatan bayi orangutan tersebut.
“Kondisi Jack saat tiba di pusat perawatan cukup mengkhawatirkan. Ia mengalami stres, demam, tubuh panas, dan terdapat duri yang menancap hingga menyebabkan infeksi,” ujar Paulinus, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Jack mengalami dehidrasi ringan serta kekurangan gizi berat dengan Body Condition Score (BCS) 1. Luka paling serius ditemukan di telapak kaki kiri akibat duri yang tertanam dan menimbulkan nanah. Berdasarkan kondisi gigi, usia Jack diperkirakan belum genap satu tahun, usia yang seharusnya masih berada dalam perlindungan induknya di habitat alami.
Seiring berjalannya perawatan, kondisi Jack menunjukkan perkembangan positif. Suhu tubuhnya mulai normal, nafsu makan buah dan asupan susu meningkat, serta luka-luka di tangan dan kaki berangsur membaik. Pemeriksaan lanjutan, termasuk tes darah dan feses, tidak menemukan gangguan kesehatan serius maupun infeksi parasit.
Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, menegaskan, penyelamatan Jack merupakan bagian dari upaya perlindungan satwa liar. “Tujuan rehabilitasi ini adalah memulihkan kondisi fisik dan perilaku alaminya. Jika kesehatannya pulih dan telah memenuhi syarat, akan kami upayakan untuk dilepasliarkan di habitat yang aman,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....