Kemenkes Identifikasi 62 Kasus Super Flu di Indonesia

  • 14 Jan 2026 17:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak panik berlebihan menyikapi lonjakan kasus Influenza A (H3N2) Subclade K. Virus yang populer disebut sebagai 'Super Flu' ini telah teridentifikasi sebanyak 62 kasus di Indonesia hingga awal Januari 2026.

Budi menjelaskan, virus ini pada dasarnya merupakan varian flu musiman dan tidak seberbahaya COVID-19. Meski memiliki daya tular tinggi, tingkat keparahan infeksi ini masih dalam kategori flu biasa.

Baca Juga: Flu Naik Level menjadi Super Flu, Bahayakah?

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kini memperkuat sistem surveilans melalui tes 'Influenza-Like Illness' (ILI) di tingkat Puskesmas. Langkah deteksi dini ini juga dilakukan melalui pemantauan 'Severe Acute Respiratory Infection' (SARI) di berbagai rumah sakit rujukan.

Data Kemenkes menunjukkan konsentrasi kasus tertinggi saat ini ditemukan di wilayah Jawa Timur. Selain itu, laporan kasus juga muncul dari Kalimantan Selatan dan Jawa Barat sebagai daerah terdampak lainnya.

Situasi global menunjukkan lonjakan signifikan di Amerika Serikat (AS) dengan perkiraan mencapai 15 juta kasus. Laporan CDC awal Januari 2026 mencatat adanya 180.000 rawat inap dan sekitar 7.400 kematian di AS.

Setidaknya 41 negara bagian di Amerika Serikat melaporkan aktivitas penyakit mirip flu pada level tinggi. Fenomena 'Super Flu' ini juga menjadi pemicu utama sebagian besar kasus di Inggris, Australia, dan Jepang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan sebagai bentuk perlindungan terbaik. Vaksin yang tersedia saat ini tetap direkomendasikan untuk mengurangi risiko komplikasi berat bagi pasien.

Laporan 'Pan American Health Organization' (PAHO) mencatat terjadinya sirkulasi simultan antara influenza musiman dan 'Respiratory Syncytial Virus' (RSV). Kondisi tersebut secara klinis telah meningkatkan beban sistem kesehatan global secara signifikan.

Anak-anak dan lansia diidentifikasi sebagai kelompok paling rentan terhadap infeksi yang memerlukan perawatan intensif. Pencegahan utama dilakukan dengan menggunakan masker di kerumunan dan rutin mencuci tangan pakai sabun.

Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh melalui nutrisi seimbang dan menerapkan etika batuk. Akses layanan kesehatan serta jadwal vaksinasi kini dapat dipantau langsung melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....