Indonesia Segera Punya Basilika Pertama di IKN
- 31 Okt 2025 19:28 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Indonesia akan segera memiliki basilika pertama yang berdiri di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Pembangunan Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius kini telah mencapai progres lebih dari 55 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2025 untuk kemudian diresmikan pada pertengahan 2026.
Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengatakan basilika tersebut menjadi salah satu bagian dari pembangunan kawasan religius Nusantara, yang juga akan dilengkapi rumah ibadah lain seperti gereja, klenteng, dan pura.
“Basilika juga sudah kita bangun. Mudah-mudahan tahun depan bisa kita selesaikan. Kemudian secara bertahap nanti kawasan religius lainnya seperti gereja, klenteng, pura akan kita lanjutkan,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Basuki menambahkan, pembangunan basilika saat ini masih ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sementara penyelesaian dan pengelolaan rumah ibadah lainnya akan dilanjutkan oleh OIKN. Ia juga menegaskan bahwa status gereja tersebut telah resmi diakui sebagai basilika oleh Vatikan.
“Minggu lalu saya menerima Bapak Dirjen Bimas Katolik dan beliau sudah menyampaikan, ya ini menjadi Basilika. Bukan hanya sekadar gereja, tapi Basilika. Jadi sudah ada izin dari Vatikan,” katanya.
BACA JUGA:
Gereja Basilika IKN Ditargetkan Rampung Desember 2025
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama, Suparman, memastikan bahwa pembangunan basilika yang menjadi ikon toleransi dan moderasi beragama di IKN berjalan sesuai rencana.
“Kita bersyukur, progres pembangunan Basilika Nusantara menunjukkan hasil yang sangat positif. Dari laporan yang kami terima, capaian fisik sudah di atas 55 persen. Ini buah kerja keras dan sinergi banyak pihak yang ingin menghadirkan rumah ibadah megah dan bermartabat di jantung Ibu Kota Nusantara,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek, Kamis (16/10/2025).
Basilika Santo Fransiskus Xaverius dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi dengan fasilitas utama berupa gedung gereja empat lantai, rumah uskup, taman doa dan Jalan Salib, Goa Maria, serta sejumlah bangunan penunjang. Gereja ini dirancang untuk menampung sekitar 1.600 umat dan akan menjadi simbol spiritual sekaligus landmark religius di kawasan pusat pemerintahan Indonesia yang baru.
BACA JUGA:
Santo Fransiskus Xaverius Jadi Nama Gereja Basilika IKN
Menurut Suparman, pembangunan basilika tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Katolik, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan dan kerukunan umat beragama di IKN.
“Kehadiran Basilika Nusantara akan menjadi penanda bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan spiritual dan nilai-nilai kebangsaan yang meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.
Kementerian Agama, Kementerian PU, dan OIKN berencana mengadakan peresmian bersama Masjid Negara dan Basilika Nusantara pada Juni 2026. Kedua rumah ibadah besar tersebut akan menjadi representasi nyata keberagaman dan toleransi beragama di jantung Ibu Kota baru, sekaligus mempertegas visi IKN sebagai kota berperadaban dan berjiwa Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....