BRIN Sebut IKN Terancam Krisis Air, Otorita Siapkan Solusi

  • 23 Okt 2025 20:42 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan potensi krisis air di Ibuota Nusantara IKN (IKN) setelah hasil kajian menunjukkan rendahnya ketersediaan air permukaan.

Peneliti Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Laras Toersilowati, menjelaskan berdasarkan analisis artificial neural network, berbasis citra satelit, air permukaan di IKN hanya 0,51 persen. Sedangkan air vegetasi 20,41 persen, dan area non-air mencapai 79,08 persen. Untuk itu Laras merekomendasikan pembangunan hutan kota, embung, dan penerapan konsep sponge city untuk memperkuat cadangan air.

“Di IKN itu harus ada taman-taman kota, embung dengan konsep sponge city. Jadi memang masih banyak PR untuk membuat supaya bisa nyaman ditinggali di sana. Air masih sangat terbatas. Jadi air itu kan kalau enggak dikelola juga bisa jadi rebutan,” kata Laras saat menyampaikan hasil kajian dengan awak media di kanal Youtube BRIN, dikutip Kamis (23/10/2025).

BACA JUGA:

Kaltim Dukung Penegasan Batas IKN Demi Pembangunan Berkeadilan

Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana OIKN, Danis Hidayat Sumadilaga, menegaskan suplai air bersih untuk IKN sudah tersedia dari Bendungan Sepaku Semoi berkapasitas 16 juta meter kubik, bahkan menyuplai air ke Kota Balikpapan.

Kapasitas penyediaan air di IKN kini mampu memenuhi kebutuhan hingga 150 liter per orang per hari, dengan kualitas air layak minum yang diuji rutin setiap enam bulan oleh lembaga independen.

“Kemudian juga dari Intake Sepaku ini menjadi sumber air minum untuk IKN. Dan ini sudah kita lakukan, dari air baku ini kita proses melalui suatu pabrik yang disebut instalasi pengolahan air minum. Sudah kita buat kapasitas 300 L/detik. Kita alirkan dengan pipa hampir panjangnya 16 km. Di sana kita simpan itu kapasitasnya sekitar 12.000 m³. ITU dalam bentuk air yang bisa diminum,” ucap Danis.

“Sudah layak minum, tidak ada isu (krisis air) baik secara kuantitas maupun secara kualitas”.

Danis menambahkan, OIKN juga telah membangun puluhan embung sebagai bagian dari penerapan konsep Spong City untuk memastikan ketersediaan air berkelanjutan di masa depan. Dengan dukungan infrastruktur air bersih dan strategi ekologis tersebut, Nusantara diyakini siap menjadi ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.

Rekomendasi Berita