Basuki Beberkan Komitmen Presiden Prabowo untuk Pembangunan IKN

  • 16 Agt 2025 20:49 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Nusantara: Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan keyakinannya bahwa pembangunan IKN akan terus berlanjut. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto berulang kali menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan proyek strategis nasional ini berjalan sesuai rencana.

Basuki mengungkapkan, ada beberapa alasan mengapa ia yakin IKN tidak akan berhenti. Pertama, Presiden sudah menegaskan di forum internasional seperti KTT G20 bahwa pemindahan ibu kota merupakan langkah penting menghadapi dampak perubahan iklim di Jakarta.

“Kenaikan permukaan laut di utara Jakarta sudah mencapai 5 cm per tahun. Karena itu Presiden menyampaikan, kita terpaksa pindahkan ibu kota,” ujar Basuki dalam pertemuan dengan para wartawan di kantor OIKN, Jumat (15/8/2025).

BACA JUGA:

Basuki Pastikan Pembangunan IKN Berlanjut dan Dipercepat

Kedua, lanjut Basuki, secara hukum pembangunan IKN sudah sah karena Undang-Undang IKN telah disahkan oleh DPR bersama Presiden. Peraturan Presiden (Perpres) juga segera ditandatangani setelah pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif berjalan.

“Tugas saya memastikan istana, masjid negara, serta kawasan legislatif dan yudikatif rampung sesuai target,” katanya.

“Ini yang diulangi oleh Pak Setneg kemarin setelah ada pendapat dari salah satu parpol, bahwa perintah presiden pada Basuki dipercepat 3 tahun. Ya, ini sudah. Mau apalagi. Sekarang kalau ditanya komitmennya tentang IKN, insyaallah. Mungkin dia marah karena beliau (presiden) sudah menyampaikan berulang kali. Apalagi komitmen yang diminta dari saya ya kan (dari presiden),” kata Basuki.

BACA JUGA:

OIKN Resmi Lelang Proyek Legislatif-Yudikatif Senilai Rp17 Triliun

Basuki menambahkan, Presiden bahkan secara pribadi pernah menyampaikan instruksi khusus kepadanya agar pembangunan dipercepat.

“Perintah Presiden pada saya jelas. Percepat pembangunan IKN, khususnya legislatif dan yudikatif. Bahkan ada arahan agar dipercepat tiga tahun,” ucapnya.

Basuki menambahkan, saat ini, pembangunan IKN memasuki tahap kedua. Jika tahap pertama sejak 2022 berfokus pada eksekutif, maka tahap kedua menyasar kawasan legislatif dan yudikatif di KIPP sektor 1B dan 1C. OIKN juga sudah melelang 15 paket pembangunan infrastruktur dengan nilai hampir Rp20 triliun.

“Targetnya, sebelum 2028 semua rampung sehingga Presiden bisa mendeklarasikan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia,” katanya.

Dia menambahkan, dari sisi investasi, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) terus berkembang. Bahkan ada dua proyek besar yang sudah disetujui Menteri Keuangan, yakni hunian senilai Rp60 triliun dan pembangunan jalan senilai belasan triliun. Ada pula proyek baru dalam tahap studi kelayakan dengan nilai sekitar Rp4,3 triliun.

“Artinya, minat investor tetap tinggi,” ujar Basuki.

BACA JUGA:

Minat Investor IKN Terus Meningkat Berkat Komitmen Pemerintah

Lebih lanjut, mantan Menteri PUPUR ini mengaku kepindahan kantor OIKN ke Nusantara sejak Maret lalu juga menjadi bukti keseriusan pemerintah.

“Kami pindah ke sini untuk menunjukkan bahwa IKN jalan terus. Isu air dan listrik sudah tidak relevan lagi, semua sudah siap,” kata Basuki menegaskan.

Dengan landasan hukum, dukungan APBN, partisipasi masyarakat, minat investor, serta komitmen Presiden Prabowo, Basuki optimistis IKN akan berkembang sesuai target hingga 2028 dan benar-benar menjadi simbol masa depan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....