Diaspora Indonesia Siap Berkolaborasi Bangun IKN
- 04 Agt 2025 22:48 WIB
- Samarinda
KBRN, Nusantara: Kongres Diaspora Indonesia ke-8 (CID-8) untuk pertama kalinya digelar langsung di jantung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Acara ini menjadi ajang bersejarah yang mempertemukan semangat para diaspora dari lima benua untuk ikut membangun masa depan Indonesia lewat kolaborasi nyata di IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut hangat para diaspora dan menyampaikan rasa bangganya. “Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi ruang kolaborasi nyata antara diaspora dan masyarakat IKN untuk mewujudkan kota dunia untuk semua,” ujarnya Senin, (4/8/2025).
BACA JUGA:
Diaspora Siap Promosikan Identitas Nusantara ke Seluruh Dunia
CID ke-8 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari diskusi, kunjungan lapangan, hingga sesi inspiratif bersama para tokoh nasional. Bukan sekadar temu kangen, forum ini menjadi jembatan pertukaran ide, pengalaman, dan semangat gotong royong khas Indonesia.
Presiden IDN terpilih, Nathalia Widjaja, mengaku kagum setelah melihat langsung pembangunan IKN.
“Sebelum ke sini, saya penasaran, seperti apa sih kota global yang katanya sedang dibangun? Tapi begitu sampai, saya dapat lebih dari yang saya bayangkan,” katanya.
Menurutnya, pihaknya juga belajar soal kepemimpinan yang membumi dari sosok 'Pak Bas'.
BACA JUGA:
Basuki Siapkan Kantor untuk Diaspora di IKN
Sulistyawan Wibisono, Presiden IDN Global sebelumnya, menyebut CID-8 sebagai tonggak baru kontribusi diaspora.
“IKN bukan hanya proyek fisik. Ini adalah perwujudan mimpi bersama. Kolaborasi ini energi baru yang perlu terus dijaga,” ujarnya.
Iwan menegaskan bahwa pemilihan IKN sebagai lokasi kongres adalah keputusan berani. “Banyak yang bertanya, ‘Emang IKN itu nyata?’ Kami datang dan menyaksikan sendiri. Kami akan sampaikan ke dunia bahwa Nusantara adalah masa depan Indonesia," ucapnya.
/s2acetxznw3iccl.jpeg)
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Otorita IKN atas sambutan hangat kepada para diaspora yang datang dari berbagai penjuru dunia, mulai dari Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia, hingga Australia.
“Perjalanan mereka panjang, ada yang transit di Uzbekistan, Bangkok, bahkan lewat jalur tak biasa. Tapi mereka datang. Karena mereka percaya, IKN bukan sekadar rencana, tapi kenyataan,” katanya.
CID ke-8 menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang diaspora dan IKN. Bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang nilai, keterbukaan, dan semangat membangun Indonesia bersama dari Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....