Subsidi Tambahan Disiapkan untuk Program MBG di Pelosok

  • 23 Jan 2025 09:11 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya dimulai. Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan meningkatkan gizi anak-anak didik, khususnya di wilayah terpencil, dengan alokasi anggaran awal sebesar Rp10 ribu per siswa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Irhamsyah kepada RRI, Kamis (23/1/2025), menjelaskan anggaran tersebut masih memerlukan subsidi tambahan, terutama untuk daerah pelosok seperti Mahakam Ulu (Mahulu), di mana harga bahan pangan jauh lebih tinggi akibat biaya logistik yang mahal.

"Di Samarinda, Rp10 ribu bisa membeli satu telur, sementara di Mahulu, hanya setengah telur. Hal ini menjadi salah satu alasan pentingnya subsidi tambahan," ujar Irhamsyah.

Irhamsyah juga mengungkapkan sejumlah tantangan lain, seperti penyediaan jenis makanan khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus, seperti anak-anak SLB yang memerlukan susu nabati. Selain itu, Disdikbud Kaltim tengah mempertimbangkan desain kemasan makanan yang lebih ramah anak agar memudahkan konsumsi, serta menjaga kebersihan lingkungan pasca-pemberian makanan.

Untuk mengatasi tingginya biaya logistik di daerah pelosok, Disdikbud Kaltim berencana bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam pendistribusian bahan pangan. Dapur umum juga akan disiapkan guna menekan biaya distribusi. Selain itu, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat menjadi langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan program.

Irhamsyah menambahkan, simulasi pelaksanaan program sudah dilakukan di beberapa daerah, seperti Samarinda, Kutai Barat, dan Mahulu. Hasil evaluasi sementara menunjukkan bahwa anggaran pusat sebesar Rp10 ribu perlu dilengkapi dengan subsidi daerah untuk memenuhi angka kecukupan gizi.

"Kami berharap, meski masih menunggu petunjuk teknis dari pusat, persiapan yang matang ini dapat memastikan kelancaran dan keberhasilan program MBG, khususnya di daerah 3T," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....