Birrul Walidain: Kunci Ridha Allah dan Keberkahan Hidup
- 19 Sep 2025 09:58 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Berbakti kepada kedua orang tua atau birrul walidain merupakan salah satu amalan mulia yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Allah SWT bahkan menyandingkan perintah menghormati orang tua dengan perintah menyembah-Nya dan larangan berbuat syirik. Sayangnya, di tengah kesibukan hidup sehari-hari, perhatian kita kepada orang tua kerap terlupakan. Padahal, ridha Allah bergantung pada ridha kedua orang tua.
Ustaz Yasserahman, dari Muhammadiyah Paser, mengajak jamaah untuk merenungkan apakah selama ini sudah cukup memberikan perhatian kepada orang tua. “Jangan-jangan beberapa waktu ini kita tidak menghubungi, tidak menjumpai, bahkan tidak menelepon abah dan mama karena kesibukan. Padahal, bukan hanya bekal atau tempat yang nyaman yang mereka harapkan, tetapi kebersamaan dan perhatian kita,” ujarnya saat mengisi program Hikmah Pagi Pro 4 Samarinda.
Ia menegaskan, bahwa keberadaan manusia di dunia ini tidak lepas dari peran besar kedua orang tua. Hanya tiga manusia yang Allah ciptakan tanpa perantara ayah dan ibu, yakni Nabi Adam, Siti Hawa, dan Nabi Isa AS. Selain mereka, setiap manusia lahir melalui perjuangan seorang ibu yang mengandung dan melahirkan, serta ayah yang bekerja keras mencari nafkah.
Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 23–24 secara tegas memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada orang tua. “Dalam ayat tersebut, Allah SWT melarang kita berkata kasar kepada mereka, bahkan sekadar mengucap “ah” dan mewajibkan berbicara dengan kata-kata mulia serta mendoakan mereka, sebagaimana mereka merawat dan mendidik kita sejak kecil,” katanya.
Perintah berbakti kepada orang tua ditempatkan sejajar dengan perintah menyembah Allah dan larangan syirik. Artinya, kedudukannya sangat tinggi dalam Islam. Dalam sabda Rasulullah SAW yang dikutip oleh Ustaz Yasserahman, disebutkan bahwa ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah pun terletak pada murka orang tua. Bahkan, dalam salah satu riwayat, berbakti kepada orang tua disebut lebih utama dibandingkan jihad di jalan Allah.
Anggota Sahabat Misykat Indonesia itu, juga mengingatkan bahwa kewajiban berbakti kepada kedua orang tua tidak terbatas hanya pada orang tua yang Muslim. Ia mencontohkan kisah Asma’ binti Abu Bakar, di mana Rasulullah SAW tetap memerintahkan Asma’ untuk menyambung silaturahmi dengan ibunya, meskipun ibunya belum memeluk Islam. Hal ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah akhlak mulia yang bersifat universal.
“Di antara amal yang paling dicintai Allah adalah salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua, dan berjihad di jalan Allah. Namun, dalam beberapa riwayat, berbakti kepada orang tua bahkan lebih utama dibanding jihad,” ujarnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk senantiasa menghubungi, menjenguk, dan mendoakan kedua orang tua. Sebab, birrul walidain adalah pintu keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....