Waspada Potensi Banjir Rob Saat Fase Bulan Purnama
- 11 Mar 2025 03:29 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Saat fase bulan Purnama atau Full Moon, fenomena alam sering kali menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah potensi banjir rob atau banjir pesisir, yaitu naiknya permukaan air laut.
Fenomena seperti ini tidak hanya berdampak pada daerah pesisir saja, akan tetapi juga bisa berdampak pada ekosistem dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sehingga penting untuk memahami potensi risiko banjir rob selama fase bulan purnama sebagai upaya mengambil langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan dampaknya.
Memasuki Minggu kedua di bulan Maret ini, Fase Bulan Purnama (Full Moon) diperkirakan terjadi pada tanggal 14 Maret 2025 pukul 13:54 WIB dengan estimasi jarak Bumi - Bulan sekitar 401.501 Km. Hal ini sebagai rilis dari pengelola Pusdalops BPBD kalimantan Timur, Muriono melalui group Kolaborasi satuan Handal (KSH).
Dalam rilisnya dijelaskan, Bulan dan Matahari memiliki gaya gravitasi yang menarik air laut di Bumi. Saat Purnama, Bulan - Bumi - Matahari berada dalam satu garis lurus, gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja bersama-sama, menyebabkan pasang air laut lebih tinggi dari biasa dan surut lebih rendah dari biasa, yang disebut Pasang Purnama (Spring Tides).
"Sebaliknya, saat Bulan dan Matahari membentuk sudut 90 derajat, gaya gravitasi mereka saling membatalkan, sehingga pasang surut menjadi lebih kecil, yang disebut Pasang Perbani (Neap Tides)," ujarnya.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan banjir pesisir atau rob yang dapat menggenangi pemukiman warga pesisir antara sebelum H-5 hingga sesudah H+5 dari fase Purnama. Selain itu bagi nelayan biasanya akan menghindari berlayar pada saat Bulan Purnama karena dapat menyebabkan efek gelombang laut yang lebih tinggi dan membahayakan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....