Al-Habib Ali Al Masyhur bin Hafidz
- 25 Feb 2025 13:59 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda ; Al-Habib Ali Al Masyhur bin Muhammad bin Salim bin Hafidz adalah kaka Habib Umar Bin Hafidz nama lengkap beliau Al-Habib Ali Al Masyhur bin Hafidz dilahirkan di Tarim pada Ahad, 13 Ramadan 1358 hijriah atau 5 November tahun 1939 masehi. Al-Habib Ali Al Masyhur memperoleh pendidikan yang solih oleh ayahnya Habib Al Allamah Addaiah Assyahid Muhammad Bin Salim dan kakeknya Alhabib Al Allamah Almusnid Salim Bin Hafidz.
Dilansir dari nyantriyuk.id. sekitar thn 1377 (1957) Habib Masyhur menuntut ilmu ke kota al-Shihr untuk berguru kepada Habib Abdullah bin Abd al-Rahman Ibnu Syeikh Abu Bakar bin Salim. Beliau belajar setahun setelah itu kembali ke Tarim dan bergabung dengan Al-Ma’had al-Fiqhi di mana beliau belajar dan mengajar sampai thn 1382 (1962).
Setelah itu beliau berangkat ke lembah Daw’an di selatan Hadramaut untuk pergi mengajar dan berdakwah di jalan Allah. Banyak orang merasakan manfaat dari ilmunya dan disana beliau membuka banyak sekolah dan majlis ilmu. Beliau tinggal di Daw’an selama tiga belas tahun.
Selama periode ini beliau sering mengunjungi Tarim di waktu luang, dan melakukan perjalanan ke Hijaz pada tahun 1386 (1966) untuk melakukan ibadah haji dan mengunjungi Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam.
Dan waktu beliau berada di dua kota suci tersebut, digunakan oleh al habib untuk menuntut ilmu dari ulama setempat, yaitu kepada Syekh Muhammad al-‘Arabi al-Tabbani, Sayyid `Alawi bin Abbas al-Maliki, Sayyid Muhammad Amin Kutbi serta Shaikh al-Hasan Mashat.
Pada thn 1387 H (1967 M), rezim sosialis menguasai kota Yaman Selatan dan berusaha untuk menghabiskan ajaran Islam dari penduduk yaman. Para ulama dibunuh dan lembaga sekolah diniyah keagamaan secara paksa ditutup.
Pada thn 1392 H (1973 M), rezim menculik dan membunuh Habib Muhammad bin Salim (ayah al Habib mansyur), ayah beliau dianggap sebagai ancaman terhadap kekuasaan rezim. Pada thn 1395 H (1975 M) Habib Masyhur kembali dari Daw’an dan menetap di Tarim
Beliau merupakan salah satu ulama yang sangat gigih untuk berjuang di kota Tarim, meskipun fakta nyata bahwa penindasan rezim ini paling sadis dan parah. beliau dengan beraninya menggantikan kedudukan ayahnya, baik urusan pribadi maupun urusan publik seperti berceramah dan mengisi majlis ilmu.
Habib Masyhur secara bertahap membukanya kembali. Sejak kembali di Tarim beliau telah menjadi imam Masjid Jami. Beliau memainkan peran besar dalam melestarikan naskah penting yang telah diambil oleh kaum sosialis dari sekolah-sekolah agama dan rumah ulama’. Habib Masyhur mengatur kembali naskah naskah itu dan menempatkan mereka di perpustakaan Masjid Jami.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....