Dakwah Sahabat Nabi Sayyidina Abu Bakar Ash Shiddiq
- 08 Nov 2024 19:45 WIB
- Samarinda
KBRN Samarinda ; Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq yang merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam yang mempunyai nama lengkap Abdullah Abi Quhafah At-Tamimi. Pada zaman jahiliyah, beliau bernama Abu Ka’bah kemudian oleh Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wassalam diganti menjadi Abdullah.
Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq lahir pada tahun 573 M dan wafat pada tahun 634 M. Nama Sayyidina Abu Bakar artinya pelopor pagi hari karena beliau golongan laki-laki yang masuk Islam pertama kali. Sedangkan Ash-Shiddiq bermakna beliau selalu membenarkan semua ajaran yang dibawa Nabi MuhammadSallallahu Alaihi Wassalam terutama pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj.
Dilansir dari gramedia.com. Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi khalifah atas usulan kaum Anshar dan Muhajirin yang bersepakat di antara kedua kaum tersebut menginginkan seorang khalifah dari kalangan mereka. Kemudian usulan tersebut tidak diterima sehingga disimpulkan bahwa kaum Muhajirin memang lebih berhak untuk diberikan kekuasaan dan semua sepakat Umar bin Khattab maju dan membaiat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq
Setelah dibaiat, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menyampaikan pidatonya yang berisi “taatlah kalian kepadaku sepanjang aku taat kepada Allah dan Rasulnya di tengah kalian, jika aku bermaksiat maka tidak wajib kalian taat kepadaku”.
Setelah wafat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi khalifah yang pertama yang menjadi kepala negara sekaligus pemimpin agama umat Islam dan berlangsung selama dua tahun.
Masa khalifah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq banyak menghadapi gangguan dari dalam negeri di antaranya munculnya nabi palsu, kelompok murtad, dan pembangkang zakat. Setelah bermusyawarah dengan para sahabat yang lain, Abu Bakar Ash-Shiddiq memutuskan untuk memerangi kelompok tersebut (perang melawan kemurtadan).
Setelah Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq menyelesaikan permasalahan dalam negeri kemudian melakukan ekspansi ke wilayah utara untuk menghadapi pasukan Romawi dan Persia yang mengancam kedudukan umat Islam. Namun, Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq meninggal sebelum misi ekspansi ini selesai.
Beberapa peradaban yang berkembang pada masa pemerintahan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq:.
Membudayakan musyawarah yang lebih demokratis dalam pemerintahan dan masyarakat.
Menumbuhkan loyalitas umat Islam dan tentara kepada pemerintah yang memberi support atas semua kebijakan khalifah. Membudayakan musyawarah dalam menyikapi setiap permasalahan.
Menyusun mushaf Al-Qur’an.
Membangun pemerintahan yang tertib baik di pusat maupun di daerah.
Memperkuat militer yang disiplin dan tangguh di medan tempur.
Menyejahterakan masyarakat secara adil dengan membangun baitulmalserta memberdayakan zakat, infaq, ghanimah, serta jizyah.
Masa pemerintahan Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq, harta dari baitul mal dibagikan kepada seluruh umat Islam, bahkan ketika Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq meninggal, hanya ditemukan sisa satu dirham dalam perbendaharaan negara. Seluruh umat Islam mendapatkan bagian yang sama dari hasil pendapatan negara. Ciri-ciri perekonomian pada masa Sayyidina Abu Bakar antara lain:
Menerapkan praktik akad perdagangan sesuai dengan prinsip syariah.
Mengolah rikaz (barang tambang) seperti emas, perak, perunggu, besi menjadi sumber pemasukan negara.
Memperhatikan ketepatan dalam perhitungan zakat.
Menerapkan prinsip persamaan dalam distribusi kekayaan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....