Mengenal Petis Udang Paser Dan Sejarah Petis
- 05 Jun 2024 14:11 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Petis terbuat dari bahan udang kecil atau yang dikenal dengan rebon. Petis biasa dipakai sebagai penyedap rasa pada beberapa makanan seperti rujak jawa timuran, kupang lontong, lontong balap, tahu campur dan tahu tek. Ada beberapa versi yang menjelaskan tentang asal usul petis.
Dilansir dari kompasiana, salah satu literatur babad Cirebon, menjelaskan bahwa petis ada sejak zaman kerajaan Padjajaran. Tepatnya saat pangeran Walangsungsang atau yang dikenal dengan pangeran Cakrabuana bertahta. Raja Padjajaran yang merupakan anak dari Prabu Siliwangi berkuasa sekitar diabad ke 14 masehi.
Pada masa itu kuwu Cairebon (sebuatan Cirebon pada masa lampau) mempersembahkan hasil tangkapan para nelayan di wilayah utara Cirebon kepada raja, sebagai bentuk upeti kepada negara. Upeti itu berupa gelondongan udang rebon yang di rebus. Sisa air dari rebusan itulah yang kemudian diolah mejadi petis.
Di Kalimantan Timur ada yang namanya Petis Udang Paser khas orang Paser. Petis Udang Paser berasal dari pemanfaatan pengolahan Kepala Udang untuk diambil kaldunya dengan cara direbus. Awal mulanya petis ini berasal dari nenek moyang masyarakat Paser yang berasal dari suku laut Bajo.
Bahan utama Petis Udang Paser adalah Kepala Udang, Gula Jawa dan bumbu penyedap. Dahulu petis ini sering digunakan dalam acara-acara seperti perkawinan, sunatan, syukuran dan lain sebagainya. Dalam perkembangan saat ini, petis sudah banyak diproduksi oleh masyarakat paser dan sudah diperjual belikan di pasar-pasar.
Dalam perkembangannya olahan petis udang paser ini tidak hanya disukai orang suku bajau saja, namun juga disukai masyarakat paser sehingga menjadi kuliner khas paser dan diharapkan dapat dipatenkan menjadi warisan budaya, baik skala nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....