Hari Kopi Internasional, Secangkir Kopi dan Perjalanan Panjang di Baliknya

  • 01 Okt 2026 16:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Setiap 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kopi Internasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi kopi sebagai minuman yang tidak hanya lekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam perekonomian, sosial, budaya, hingga keberlanjutan lingkungan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kopi Internasional melalui Resolusi Majelis Umum PBB 80/248 seperti dilansir di un.org. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan perhatian terhadap arti penting kopi sekaligus mendorong terciptanya sektor kopi yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) yang dilansir dari www.fao.org, kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia sekaligus salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan. Rantai usaha kopi juga mendukung jutaan mata pencaharian, termasuk petani kecil yang menjadi bagian penting dari proses produksi kopi dari hulu hingga ke konsumen.

FAO mencatat, sektor kopi mendukung mata pencaharian hingga 25 juta petani dan keluarganya di seluruh dunia. Perkebunan skala kecil juga diperkirakan mencakup hingga 80 persen perkebunan kopi dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa secangkir kopi yang dinikmati masyarakat memiliki perjalanan panjang yang melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pengolah, pedagang, hingga pelaku usaha dan barista.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki peran penting dalam sektor kopi dunia. Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin mencatat luas areal, produksi, serta data ekspor dan impor kopi Indonesia. Data tersebut dihimpun dari perkebunan perusahaan maupun perkebunan rakyat di berbagai provinsi di Indonesia.

Selain menjadi komoditas perdagangan, kopi juga berkembang menjadi bagian dari budaya masyarakat. Beragam cara penyajian dan cita rasa kopi di berbagai daerah menjadikan kopi tidak sekadar minuman, tetapi juga bagian dari interaksi sosial dan perkembangan ekonomi kreatif. Kedai kopi menjadi ruang pertemuan masyarakat, sementara kopi lokal semakin banyak diperkenalkan melalui berbagai inovasi pengolahan dan penyajian.

Pada Hari Kopi Internasional 2026, FAO mengangkat tema “Celebrating Coffee, Honouring the People Behind Every Cup” atau merayakan kopi, menghormati orang-orang di balik setiap cangkir. Tema tersebut menyoroti pentingnya peran manusia di sepanjang rantai nilai kopi serta kontribusinya terhadap penghidupan, pembangunan perdesaan, ketahanan pangan, dan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Kopi Internasional pun dapat menjadi pengingat bahwa menikmati secangkir kopi bukan hanya tentang rasa dan aroma. Di baliknya terdapat kerja panjang para petani dan pelaku usaha yang turut menjaga keberlangsungan industri kopi. Karena itu, apresiasi terhadap kopi juga dapat diwujudkan dengan mengenal asal-usul kopi, menghargai produk lokal, serta mendukung praktik produksi yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....