Kebab dan Shawarma, Serupa tapi Tak Sama
- 24 Mei 2026 09:41 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebab dan shawarma merupakan dua jenis hidangan asal Timur Tengah yang sama-sama telah memperoleh tempat istimewa di lidah masyarakat Indonesia. Pada dasarnya, kedua makanan ini disajikan dalam bentuk gulungan roti yang diisi dengan irisan daging olahan.
Meski sekilas terlihat serupa, nyatanya terdapat sejumlah perbedaan penting di antara keduanya, baik dari sisi jenis daging, bumbu yang digunakan, maupun pilihan saus pendampingnya.
Jika ditelusuri dari asal-usulnya, kebab berasal dari kawasan Timur Tengah, Turki adalah salah satu negara yang paling identik dengan hidangan ini. Perlu dipahami pula bahwa istilah "kebab" secara umum merujuk pada segala jenis daging panggang, termasuk yang ditusuk seperti sate.
Sementara itu, shawarma justru berasal dari wilayah Levant Arab, dan namanya sendiri berasal dari kata dalam bahasa Arab, yaitu sya’warm, yang secara harfiah berarti "berputar". Dari sini terlihat bahwa meskipun sama-sama populer, akar kuliner keduanya tidaklah sama.
Perbedaan selanjutnya tampak pada olahan dagingnya. Di Indonesia, daging untuk kebab pada umumnya dipotong lebih tipis atau diserut dari mesin pemanggang vertikal (dikenal dengan istilah doner). Bumbu yang dipakai pun cenderung sederhana dengan cita rasa gurih yang relatif standar.
Sebaliknya, daging shawarma melalui proses marinasi yang jauh lebih intens, yakni direndam selama hampir seharian penuh dalam campuran rempah yang kaya dan kuat, seperti kapulaga, kayu manis, serta cengkeh. Hasilnya, shawarma menawarkan profil rasa yang jauh lebih kompleks dibandingkan kebab.
Dari segi saus dan isian pelengkap, perbedaan juga cukup mencolok. Kebab biasanya disajikan dengan saus mayones standar, serta kadang ditambah irisan bawang bombay dan selada sebagai pelengkap.
Sedangkan shawarma menggunakan saus khas Timur Tengah seperti hummus (berbasis kacang arab) atau tahini (berbasis wijen). Tak hanya itu, isian shawarma cenderung lebih padat dan beragam, bahkan tak jarang ditemukan kentang goreng yang turut digulung bersama daging di dalamnya.
Selanjutnya, dari jenis roti pembungkusnya, kebab memanfaatkan kulit tortilla yang cenderung lebih tipis, padat, serta terasa renyah setelah dipanggang. Sementara shawarma menggunakan roti pita khas Timur Tengah yang teksturnya lebih tebal, empuk, dan sedikit kenyal. Dengan demikian, meskipun wujud luarnya mirip, roti yang dipakai oleh keduanya sesungguhnya tidaklah sama.
Baik kebab maupun shawarma saat ini sudah mudah ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Pilihan di antara keduanya tentu kembali lagi pada preferensi masing-masing individu. Yang jelas, dengan memahami perbedaan-perbedaan tersebut, saat Anda menemukan sajian berbentuk gulungan roti berisi daging, Anda akan lebih mampu mengenali mana yang disebut kebab dan mana yang shawarma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....